Inginkah aku menikah 2

INGINKAH AKU MENIKAH

Tanya ini selalu hadir
Meksi tak hanya tertuju pada diri
Banyak disana yang juga resah
Merasa penat untuk menjawab

Inginkah aku menikah?

Ah, pertanyaan konyol, pikirku
Tak perlu dijawab, kata sobatku
Biarkan saja, teriak yang lain
Sayangnya, ibuku juga menanyakan hal itu

Kata seorang kawan…
Ayolah Mbak…nunggu apa dan siapa sih?
Nggak bakalan keluar dari layar monitor!!!

Sstts…dikolong meja juga nggak ada, jawabku
Di missed call juga tidak bunyi…
Lalu cari dimana ya?

“Emang kucing?!” teriaknya tergelak

Inginkah aku menikah?

Suara-suara ini datang lagi
Dari segala arah penjuru angin
Memaksaku untuk menjawab

Aah… apakah mereka tidak mengerti
Ketika teriak lucu anak kecil menyentak hati
Ketika naluri keibuan acap memanggil-manggil

Lalu apa lagi?

Oh ada yang berbisik-bisik…
Di sana, di sana dan di sini
Nyatanya mereka menunggu jawaban pasti

Begini…
Aku hanya menunggu Sang Pemberani
Yang juga teguh menjaga kehormatan diri
Yang siap berjuang sampai mati
Hmmm…jikapun tak di dunia
Di surga ia tlah menanti

– taken by email from Mbak Tita –

Inginkah aku menikah 1

inginkah aku menikah ????

Ya tentu saja aku ingin menikah

Tapi bukan sekarang ini

Nanti pada saat aku merasa siap

Inginkah aku menikah ??

Lagi2 tanya itu hadir dibawah bantal ku

Ku jawab iya …ku siapkan yg terbaik untuk hari itu

Inginkah aku menikah ??

Tanya hatiku

Saat pulang lelah sendirian

Dari kantor kesepian

Menikah …………

Sentilan ibunda

Tentang umur ku yg perlahan bertambah

Sedikit paksa …

Ingin ku jawab segera

Kapan menikah ?

Teguran sahabat lama

Yg 2 orang anaknya , figurnya lembut keibuan

Menikah ….

Ikatan suci , menggenapkan separuh dien

Sunah Rasullullah

Ya

Ya

Akan ku jawab segera

Kunanti pangeran berani

Berhati baja , bercita cita ke surga

Bermotto sakinah ma waddah wa rahmah

J

Deadline

Untuk sebuah Deadline …

Penat yang menusuk nusuk meronta ronta ingin kusudahi layar yang berkembang ini, kukerahkan semua daya , usaha , karya juga doa . semua berpacu dalam kata proses

derap derap bersama waktu yang merayap perlahan lahan , dalam hitungan kala..

ahhhhhhhhhhhhh .… aku lelah ……….tapi kusadar waktu menyerah bukanlah sekarang , pasti ada jalan keluar , aku tak boleh kalah atau didera lemah , bolehlah aku berkeluh kesah tapi tak akan ku goyah kan semangat ku , putus tak terangkai luntur, berderai derai terbang berhamburan tak terkejar aku harus kuat batin ku .memjerit . aku pasti bisa .. aku pasti bisa namun tak ada jeda lekas ku bangkit untuk berlari segera , ini bukan saatnya terlena

Ya.. lembut bisik hati kecil ku .. aku harus mencoba ..mulai lagi aku ..mencoba aku punguti puing puing semangat yang berserakan – mozaik – mozaik itu penyemangat yang sempat terpatahkan ..Allah Bantu aku jagalah hati ku , aku yakin Doa ibu selalu menjaga ku , doanya selalu menguatkan aku …

Mulai lagi .. usaha lagi setiap lantunkan kata ku selipkan sebait doa , doa ya hanya dengan doa = aku sangat percaya bahwa doa adalah senjata orang muslim , setiap jengkal progress meningkat yang ada ku lantunankan Asma Nya , setiap tetes progress yang menurunkan ku lantunkan Namanya , ku pinta ku pinta dan ku pinta , awal, proses dan akhir dengan nama Nya, dengan Izin Nya, dengan Ridho Nya Jagalah hati dan Pikiran agar tiba pada titik yang menentukan itu berhasil sesuai apa yang di Rencanakan .

Lagi dan masih lagi .. ku coba me-review sudah seberapa jauh score ku sekarang ..

ALLHAMDULLILLAH 95 % 30.08.2007 masih satu hari lagi .. Yup masih satu hari lagi , siapkan aku menuju babak terbaru dgn asa terbaru untuk Esok Ya Robb.. genapakan hasil kerja ini ..

Deadline 31.08.2007

Bantu Aku Allah agar hasilnya well done seperti yang ku estimasikan ..tinggal 5 %

Dan kini 31.08.2007

Deadline

Hanya kurang 5 %

Dan masih dalam balutan asa

Ku pitakan mahkota Doa

Ku tunggu keajaiban itu

Dan biarkanlah tangan2 Allah yang bekerja …

Tertatih tatih ku gapai …hasil itu datang

Tak lelah

Doa kanlah aku wahai teman !!!

Allah sinarilah setiap barisan huruf dengan ikhlasan untuk mereka yang merasakan setiap Proses

Kuatkanlah mereka dalam perjalanan keimanan ini

Suara hati seorang ikhwan

Suara Hati Seorang Ikhwan

Wanita Suci

(Suara Hati Seorang Ikhwan untuk Seluruh Wanita Suci di Dunia)

Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkanpersamaan.

Wanita suci,
Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh, karena akan membuatkumengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kaupertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Wanita suci,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari Lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.

Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.

Wanita suci
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kaubangun dengan segala kekhusyu’an tangis do’amu.

Wanita suci
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih,
seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta
dalam setiap denyut nadi kita.

Taken by : Dudung.Net

Semoga Allah memudahkan mu disetiap helaan nafas ikhlas dan perjuangan mu

kematian

”Perbanyaklah olehmu untuk mengingat kematian, si penghancur segala kesenangan duniawi.” (HR Ahmad).

Mengingat Kematian

Kematian merupakan kepastian. Tak seorang pun dapat menghindar dan melepaskan diri dari cengkeramannya. Firman Allah SWT, ”Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata.” (Al-Jum’ah: 8).

Meskipun demikian, manusia pada umumnya tidak suka, bahkan sangat takut pada kematian. Bagi sebagian orang, kematian sangat menakutkan. Mereka membayangkan kematian sebagai peristiwa yang amat tragis dan mengerikan.

Dalam buku Mizan al-‘Amal, Imam Ghazali menjelaskan beberapa alasan mengapa manusia takut terhadap kematian. Pertama, karena ia ingin bersenang-senang dan menikmati hidup ini lebih lama lagi. Kedua, ia tidak siap berpisah dengan orang-orang yang dicintai, termasuk harta dan kekayaannya yang selama ini dikumpulkannya dengan susah payah. Ketiga, karena ia tidak tahu keadaan mati nanti seperti apa. Keempat, karena ia takut pada dosa-dosa yang selama ini ia lakukan.

Walhasil, manusia takut karena ia tidak pernah ingat kematian dan tidak mempersiapkan diri dengan baik dalam menyambut kehadirannya. Manusia, kata Ghazali, biasanya ingat kematian hanya kalau tiba-tiba ada jenazah lewat di depannya. Seketika itu, ia membaca istirja’: ”Inna lillahi wa inn! a ilaihi raji’un.’‘ Namuan, istirja’ yang dibaca itu hanyalah di mulut saja, karena ia tidak secara benar-benar ingin kembali kepada Allah dengan ibadah dan amal saleh. Jadi, kalau demikian, agar tidak alergi dan fobia dengan kematian, manusia, menurut Ghazali, harus sering-sering ingat kematian.

Menurut Ghazali, ingat kematian akan menimbulkan berbagai kebaikan. Di antaranya, membuat manusia tidak ngoyo dalam mengejar pangkat dan kemewahan dunia. Ia bisa menjadi legawa (qona’ah) dengan apa yang dicapainya sekarang, serta tidak akan menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisi pribadinya. Kebaikan lain, manusia bisa lebih terdorong untuk bertobat alias berhenti dari dosa-dosa, baik yang disengaja ataupun tidak. Lalu, kebaikan berikutnya, manusia bisa lebih giat dalam beribadah (terutama sholat) dan beramal saleh dengan ikhlas karena Allah semata adalah sebagai bekal untuk kebaikannya di akhirat kelak. Dengan berbagai kebaikan ini, orang-orang tertentu seperti kaum sufi tidak takut dan tidak gentar menghadapi kematian. Mereka justru merindukannya, karena hanya lewat kematian mereka dapat menggapai kebahagiaan yang sebenar-benarnya, yaitu berjumpa dengan Allah dalam ridha dan perkenan-Nya.

Inilah anugerah dan kabar gembira dari Allah kepada mereka. Firman-Nya, ”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata, ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu’.” (Fushshilat: 30).

Merawat cinta

SUMBER : Materi seminar merawat cinta
Setiap orang menikah pasti ingin membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah so dalam pernikahan diperlukan cinta kasih antar sesama pasangan.
Untuk itu ajaran islam menganjurkan seseorang untuk mengungkapkan rasa cinta secara verbal. Hal ini tidak hanya berlaku secara khusus kepada antar pasangan, melainkan juga secara umum yakni antar sesama muslim sendiri, Rosulullah SAW bersabda : “Jika seorang laki-laki mencintai saudaranya, maka hendaknya ia mengatakannya kepadanya bahwa ia mencintainya.” (HR. Abu Daud & Tirmidzi).
Jangan hanya diawal pernikahan kita mengucap cinta & sayang, yang seakan dua kata itu menjadi kata mujarab bagi insan yang sedang dimabuk asmara namun seiring waktu ketika usia pernikahan terus merambat, kata cinta begitu miskin terdengar. Dimana cinta yang dulu membara? Jika sudah begini ungkapan cinta & sayang bak sebuah cerita romantis dalam film namun tidak bisa diwujudkan dalam realita.
Pernikahan : peristiwa duniawi & ukhrowi
Betapa bahagianya hidup dibawah naungan CINTA illahi, didalam dekapan kasih orang-orang yang terkasih terutama dari pasangan hidupnya, bersama dengan orang yang kita cinta yaitu : suami – istri, kita bisa meniti kehidupan, menguntai asa, dan cinta menuju kehidupan akhir.
Inilah sebabnya menurut Ustad Ahmad Heryawan,LC bahwa pernikahan dikatakan sebagai peristiwa duniawi & ukhrowi sekaligus lantaran pernikahan tidak hanya menyangkut kehidupan duniawi saja melainkan kelak akan dibawa menuju bekal akhirat.
Modal utama dari sebuah pernikahan adalah CINTA.
So jangan pernah berharap pernikahan bisa bahagia tanpa CINTA.
Namun disaat cinta telah dimiliki yang sulit adalah mempertahankan cinta agar tetap abadi sepanjang masa kecuali hanya maut yang memisahkan. Banyak orang yang menikah tapi tidak memahami hakikat cinta dan tidak mengerti tujuan pernikahan. Jika demikian jangan berharap setelah menikah pasangan hidup kita bisa menjadi apa yang kita inginkan, ketika hal itu tidak didapat maka yang timbul kekecewaan bahkan amarah sehingga menjadi pemicu timbulnya konflik.
Apakah itu yang dinamakan cinta?
Kita baru bisa saling mencintai disaat kita bisa menerima kelebihan & kekurangan pasangan. Jangan hanya menuntut pasangan sesuai dengan apa yang kita harapkan dengan hanya melihat kekurangan yang kita temukan pada dirinya sementara kita tidak mawas diri apakah kita sudah bisa menjadi suami / istri yang baik untuk pasangan kita?
Pada dasarnya cinta adalah memberi bukan menerima.
Jika kita ingin dicintai suami atau istri, maka kita harus mencintainya terlebih dahulu itulah hakikat cinta sejati.
Kehidupan rumah tangga yang bahagia adalah ketika pasangan bisa setia saling menjaga cinta memang itu bukan hal yang mudah sebab dalam berumah tangga akan banyak terjal yang harus dilalui. Untuk itu selain cinta juga harus dilandasi dengan TAKWA, sehingga kita akan seimbang menjalani kehidupan ini. Dengan ketakwaan maka tujuan yang hendak dicapai dalam mengayuh biduk pernikahan akan semakin jelas, yaitu semata-mata ibadah demi mencari keridohaan Alllah SWT.
Jangan Malu Mengekspresikan Cinta.
Cinta seperti halnya bunga-bunga ditaman. Jika kita rajin menyiramnya dan diberi pupuk maka akan tumbuh bunga yang baik dan sehat. Untuk itu kita harus merawat cinta dengan menyiramnya dan memupuknya.
Jangan pernah malu mengatakan cinta pada pasangan, karna cinta merupakan sesuatu yang agung yang diciptakan Allah.
Bisa dibayangkan apa jadinya dunia ini jika tidak diciptakan cinta.
Pentingnya Komunikasi.
Menurut Wulansari, Psi. Kunci utama menjaga cinta dalam hubungan suami istri adalah komunikasi. Fenomena yang terjadi saat ini adalah begitu banyaknya kawin-cerai lantaran tidak terjalinnya komunikasi dengan lancar. Bisa dibayangkan hidup bersama dengan seseorang tanpa komunikasi dua arah. Meskipun punya modal cinta untuk memasuki pernikahan, cinta itu akan terkikis habis lantaran sulitnya berkomunikasi. Padahal komunikasi baik verbal maupun nonverbal merupakan cara mengekspresikan cinta.
Dengan komunikasi yang lancar maka pasangan bisa saling menjaga cinta dan mau menerima perbedaan yang sudah melekat pada diri pasangan. Dengan komunikasi pula maka istri maupun suami bisa menyampaikan kebutuhan dan keinginannya dengan begitu akan tercirpta hubungan rumah tangga yang harmonis.
Kurangnya komunikasi akan timbul frustasi,karena baik suami maupun istri akan merasa asing, kurang toleransi. Bahkan merasa tidak bahagia karena merasa tidak dicintai-disayangi/tidak dibutuhkan oleh pasangannya. Dan akibatnya berakhir pada perceraian.
Mengingat betapa pentingnya komunikasi, kita harus berupaya menjalin komunikasi dgn baik didalam rumah tangga. Dengan komunikasi yang baik didalam keluarga maka tak akan sulit menjaga keharmonisan rumah tangga. Dengan demikian suami istri bisa dipandang sebagai suatu mitra / teman untuk berbagi suka&duka.
Dalam berkomunikasi dengan pasangan hendaknya bicara dengan baik-baik (QS, 4:5) sehingga tidak ada misscommunication. Alangkah baiknya jika kita bicara dengan lemah lembut (QS, 20:44), hingga akan timbul rasa kasih sayang yang semakin besar. Bicara yang baik akan menyenangkan pasangan maka kita juga harus bicara yang menyenangkan (QS, 17:28) dengan perkataan yang mulia (QS, 17:23) sebagaimana Rosul berbicara kepada istri-istrinya. Hendaknya kita berimbang memberi & menerima cinta kasih. Berilah cinta yang terbaik yang kau miliki untuk mendapatkan yang terbaik dari pasangan hidupmu

Orang orang yang didoakan oleh para malaikat

Orang-orang Yang Didoakan Oleh Para Malaikat
Inilah orang – orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”.
(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’”
(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

3. Orang – orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan”
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang – orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah

(tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf”
(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”
(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia”
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang – orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat”
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’”
(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang – orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’”
(Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang – orang yang sedang makan sahur”
(Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh”
(Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”
(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Sumber Tulisan Oleh : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang – orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005


Ya Allah… Mohon Jaga, Cintai dan Sayangi Orang-orang yang baca artikel ini selamanya

Keistimewaan anak perempuan

Hadits Mengenai Keistimewaan Anak Perempuan


Walaupun zaman jahiliyah yang dimana seorang ayah tega mengubur hidup-hidup putrinya sudah lama lewat,tetapi masih saja terdapat masyarakat yang dimana lebih mengunggulkan untuk mempunyai anak laki-laki daripada anak perempuan. Oleh karena itu berikut ini akan dibahas mengenai keistimewaan anak perempuan.

Sebuah hadits menerangkan Rasul pernah bersabda, “Barangsiapamemelihara dua anak perempuan, memberi nafkah kepada keduanya dan membaguskan pemeliharaan keduanya sampai keduanya dewasa, maka akan datang di hari kiamat aku dan dia.” rasul mengepalkan jari-jari beliau (HR Muslim, Tirmidzi, Ibnu Hibban).

Di dalam riwayat lain, “Barangsiapa memelihara dua anak perempuan maka aku dan dia akan masuk surga seperti dua ini.” Beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari di dekatnya.

Di dalam riwayat lain, “Barangsiapa memelihara dua anak perempuan atau tiga, dua saudara perempuan atau tiga sampai mereka menikah atau dia mati maka aku bersamanya di surga seperti dua ini,” Beliau beirsyarat dengan jari telunjuk dan jari di dekatnya.

Rasulullah saw. bersabda, “Tiada seorang muslim yang mempunyai dua naak perempuan kemudian dia membaguskan pemeliharaan dan asuhannya kecuali kedua naka itu akan memasukkannya ke surga”(HR Ibnu Majah dan selainnya)

Rasulullah saw. bersabda, “Tiada seoran gmuslim yang memiliki tiga anak perempuan kemudian dia memberi nafkah sampai keduanya menikah atau meninggal duni akecuali keduanya menjadi dinding baginay dari api neraka.” Seoran gperempuan bertanya,”Apakah dua anak juga?” Rasul menjawab, “Atau dua anak perempuan.” (HR Thabrani)

Nabi saw bersabda, “Barangsiap amemiliki tiga anak perempuan atau tiga saudar aperempuan, dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia membaguskan perlakukan kepada mereka dan bertakwa kepada Allah tentang perkara mereka, maka baginya adalah surga.” (HR Tirmidzi, Abu Dawud).

Dalam riwayat lain, “Maka dia mendidik mereka, berbuat baik kepada mereka dan menikahkan mereka, maka baginya balasan surga.”

Rasul bersabda, ” Barangsiapa memiliki anak perempuan, dia tidak menguburnya hidup-hidup, tidak menghinakannya dan tidak melebihkan anak laki-laki daripadanya maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga”. (HR Abu Dawud, Hakim).

Rasulullah bertutur, “Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan lalu dia mendidik mereka, mengasihi mereka, menanggugn kebutuhan mereka dan menikahkan mereka maka wajiblah surga untuknya”

Ditanyakan, “Wahai Rasulullah! Bagaimana jika dua anak perempuan?”
Beliau menjawab, “Meskipun dua anak perempuan.”

Sebagian kaum berpendapat kalau saja mereke bertanya “bila hanya satu anak perempuan?”, maka Rasul akan menjawab, “Termasuk satu anak perempuan”.

Rasul bersabda, “Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan lalu bersabar di dalam kesusahan dan kegembiraan mereka, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga dengan kasih sayang-Nya kepada mereka” Seorang laki-laki bertanya, “Bagaimana jika dua anak, ya rasul?”
Rasul menjawab, “dua anak juga.” Laki-laki itu bertanya lagi, “Bila satu anak, ya rasul”
Dijawab, “satu anak perempuan juga” (HR Hakim)

Rasululalh saw. ersabda, “barangsiap diuji dengan anak-anak permepuan ini, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka (anak-anak perempuan itu) menjadi benteng untuknya dari apineraka.” (HR Bukhari, Muslim).

Disarikan dari Buku: Memenuhi Pesan Nabi dalam Mendidik Anak, Pedoman mendidik Anak Secara Islami. Oleh Ahmad Izzudin Al-Bayanuni. Penerbit Bintang Cemerlang

Sedih Pada tempatnya

Sedih pada Tempatnya .

Banyak di antara kita yang lebih bersedih pada
urusan-urusan sepele seputar duniawi; bersedih karena
sedikitnya harta, bersedih karena
belum mendapatkan jodoh, bersedih karena belum
memiliki anak, bahkan ada yang bersedih karena tim
sepak bolanya kalah.

Padahal dunia ini tempat persinggahan sementara.
Setiap orang sudah pasti akan mati, menemui Tuhannya,
masuk surga atau neraka.
Jangan pernah berpikir bahwa kematian kita akan datang
pada usia 70 atau 80 tahun, misalnya.

Tetapi berpikirlah bagaimana kita mengisi waktu dengan
kebaikan.
Para ulama adalah orang yang hidup sederhana. Jika
mendapatkan harta sekian, mereka mensyukurinya dan
merasa cukup ( qana’ah) dengannya.

Sebut saja misalnya Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ibnu
Taimiyah, Rabi’ah al-Adawiyah, dan Sayyid Quthb.
Mereka hidup melajang hingga wafatnya, tapi mereka
tidak bersedih karena belum menikah.
Imam Bukhari hingga wafatnya belum memiliki anak satu
pun, tapi tak pernah sekalipun dalam hidupnya dia
meratap karena tidak dikaruniai anak.

Kebahagiaan seseorang itu tidak diukur dari materi
duniawi, melainkan dari kebenaran yang sedang
ditegakkannya dan kedekatannya pada Allah SWT.
Bersedih karena urusan-urusan duniawi tidaklah
menenteramkan hati dan tidaklah menambah kebaikan apa
pun kepada kita.
Sebaliknya, kesedihan hanya menambah gejolak dalam
jiwa kita.

Dikisahkan bahwa seorang laki-laki pernah mendatangi
salah seorang tabi’in yang sedang menangis, maka orang
itu menaruh belas kasihan kepadanya.
Ia lalu bertanya, ”Apa yang menyebabkanmu menangis?
Apakah ada rasa sakit yang kau alami?” Tabi’in itu
menjawab, ”Lebih dahsyat dari itu.”

Orang tadi bertanya lagi, ”Apakah kamu mendapat
berita bahwa salah seorang anggota keluargamu
meninggal dunia?” Tabi’in itu menjawab,
”Lebih dahsyat dari itu.” Orang itu bertanya lagi,
”Apakah kamu kehilangan hartamu?” Tabi’in itu
menjawab, ”Lebih dahsyat dari itu.”

Laki-laki itu pun berkata sambil terheran-heran,
”Lalu, apakah yang lebih dahsyat dari semua itu?”
Tabi’in itu menjawab,

”Kemarin, karena tertidur, saya lupa bangun malam (
tahajud ) .”

Semestinya memang itulah yg harus kita sedihkan ……

Shalat yang tidak khusyuk, tidak mengisi waktu luang
dengan amal shalih, tidak qiyamul lail, atau tidak
bersedekah.
Atau, melalaikan segala amal shalih lainnya padahal
seharusnya kita sempat mengerjakannya.

Kita bersedih mestinya karena bekal untuk akhirat
belum terisi penuh, padahal kita tak pernah tahu
sampai batas mana usia kita.
Lalu kesedihan itu akan menggerakkan hati untuk
menjadi manusia yang lebih baik.

Wallohu A’lam Bissowab .

Wassalam

Sedekah

Berkah Sedekah “Buntut Singkong”

Di ujung gang sebuah pasar, mangkallah seorang penjual singkong goreng (gorengan) yang setiap hari berjualan dengan penuh suka cita demi menghidupi anak dan istri tercinta.

Pada suatu hari, datang seorang anak kecil entah dari mana asalnya. si anak berdiri di sisi gerobak kesayangan pak Singkong (sebut saja begitu) sambil memandangi gorengan panas yang baru di angkat dari penggorengan mendidih. Anak itu mengamati Pak Singkong sambil menggigiti jari telunjuknya. Selintas Pak Singkong memperhatikan dan bertanya, “Kamu mau..?” tanpa bersuara, si Anak Singkong (sebut saja begitu) mengangguk, tersungging sedikit senyum gembira penuh harap.

Terlintas begitu saja, Pak Singkong langsung bereaksi. Ia mengambil ujung paling kecil dari potongan singkong yang tidak terjual dan langsung menceburkannya ke minyak mendidih. Lumayan, dari pada terbuang sia-sia, karena tidak ada yang mau membeli gorengan buntut singkong. Dengan penuh kegembiraan, si Anak singkong melahap buntut singkong goreng gratis dari Pak Singkong.

Demikianlah, hal itu terulang setiap hari. Sampai pada hari keempat, Pak Singkong tidak lagi kedatangan tamu kehormatannya itu. Sampai akhirnya……..

Dari sebuah mobil yang cukup mewah, turunlah seorang laki-laki muda gagah, perlente kata orang betawi (sebut saja Si Tampan). Dia menghampiri pak Singkong dengan senyum gagah menawan.

“Gorengan, om?” begitu teguran khas Pak Singkong ke setiap pelanggan yang datang.
“Ya, Pak.Tapi saya mau beli buntut singkong,” sambil tetap mempertahankan senyum gagah.

Sambil tersenyum dan tidak kalah gagah (ukuran Pak Singkong Nyengir juga), Pak Singkong menjawab sekenanya, “Maaf Om…saya tidak jual buntut singkong.”

Si Tampan tidak kehabisan akal, “Ah…massaaak…” katanya sambil pindah ke posisi kanan gerobak Pak Singkong sambil menggigit jari telunjuknya.

“Masya Allah…Subhanallah,” sambil melotot terperangah terharu, “jadi ini kamu,” demikian kata Pak Singkong dengan sedikit terbata.

“Ya..ini saya, 20 tahun cukup untuk membuat bapak lupa sama saya?” jawab Si tampan.

Setelah 4 Hari meminta dan makan buntut singkong, si Anak Singkong merasa cukup tenaga untuk melanjutkan hidupnya. Ia bekerja keras untuk pendidikan dan kariernya hingga akhirnya ia berhasil meraih sukses yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Singkatnya, sebagai ucapan terimakasih atas segala kebaikan Pak Singkong yang telah memberinya selama 4 hari dengan buntut singkongnya, Si Tampan memberangkatkan haji Pak Singkong, memberinya modal dan mengangkat derajat kehidupannya.

**********
Demikianlah Allah akan membalas segala kebaikan seseorang yang dilakukannya dengan tulus. Allah memberi rezeki dari tempat yang tak disangka-sangka kepada setiap orang yang dikehendaki-NYA. Demikian balasan Allah atas perbuatan baik dan sedekah seseorang.
(sumber cerita dari wisata hati).