Bersabarlah saudar ku di Gaza

Bersabarlah Saudaraku di Gaza…

Hari-hari seperti ini. Lemparkanlah khayalan kita saat bersama ibu dan bapak. Isteri dan anak-anak. Di sebuah malam di bawah langit yang jernih. Saat kita semua ada dalam satu rumah. Tapi rumah kita itu, sudah tak lagi berpintu, dan tak mempunyai jendela. Tak ada air. Tak ada listrik..

Anak-anak kita menangis karena lapar dan dingin. Isteri kita juga begitu menderita karena sakit namun tak bisa membeli obat. Bukan hanya karena tak ada biaya untuk membelinya, tapi juga karena tak ada obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkannya. Orang tuamu, keduanya sudah renta dan ringkih. Juga tengah dililit lapar. Tubuh mereka sudah lemah dan penyakitnya kian hari terus bertambah.

Bayangkanlah diri kita dalam kondisi seperti ini. Tidak mempunyai uang untuk membeli makanan, dan obat. Lalu, ketika kondisi begitu mendesak kita pun keluar rumah untuk mencari pertolongan bersama anak dan orang tua. Kita berjalan kaki menembus dinginnya malam, menuju rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, engkau melihat pemandangan yang lebih mengiris hati. Karena ada ratusan orang yang sudah lebih dahulu tiba dan menanti pengobatan dari rumah sakit. Anak-anak, kaum perempuan, orang-orang tua. Mereka semuanya menunggu pengobatan. Tapi tak ada obat. Tidak ada sarana pengobatan, karena listrik sudah terputus dan mereka semua berada dalam gelap.

Saudaraku,

Inilah episode kepedihan yang sesungguhnya terjadi. Di Ghaza Palestina, yang telah diisolir secara keji oleh Israel selama lebih dari enam bulan. Inilah sebagian kecil pemandangan duka tentang kondisi masyarakat Muslim Ghaza. Padahal Allah swt befirman, “Dan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan itu satu sama lain saling bantu membantu. ” Padahal Allah swt berfirman, “Sesungguhnya kaum Mukminin itu saudara… “ Padahal, Rasulullah saw mengingatkan kita, “Perumpamaan kaum Mukmin dalam kasih sayang dan kecintaan antar mereka seperti satu tubuh. Bila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, niscaya akan sakit seluruh tubuhnya dan tidak dapat tidur. ”

Pemandangan duka yang terjadi di Palestina sesungguhnya mendobrak ingatan kita tentang kelalaian selama ini. Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina adalah kenyataan yang jelas tentang ketidakpedulian kita dengan kondisi saudara sesama Muslim di Palestina. Kita, mungkin ada yang termasuk dalam hadits Rasulullah saw, “tidak pernah memerah wajahnya karena marah” akibat penistaan yang dilakukan musuh-musuh Islam terhadap saudara-saudara Muslim. Kini, jumlah korban sudah mencapai angka ratusan orang. Dan sebagian besar mereka adalah para pasien yang sakit dan anak-anak!!

Saudaraku,

Israel telah kuasai 80% aliran listrik di Ghaza

Israel telah kuasai 100% air di Ghaza

Israel telah menguasai 70% bahan bakar di Ghaza…

Saudaraku, Ikhwanku,

Apa yang terjadi di Ghaza bukanlah isolasi, bukan pengepungan, bukan embargo. Tapi pembunuhan terhadap banyak orang yang lebih memilih hidup dengan harga diri dan kemuliaan. Yang dilakukan Israel adalah pembunuhan massal bagi orang-orang yang memilih Islam sebagai jalan hidup mereka..

Ikhwanku, umat Islam

Lebih dari satu juta orang Muslim hidup di Ghaza. Mereka semuanya menghadapi pembantaian massal itu. Kenapa? Karena mereka ingin Islam menjadi aturan pemerintah mereka. Karena mereka tidak memilih sistem sekuler. Karena mereka ingin hidup mulia dan merdeka bersama Islam. Karena mereka memilih melawan menghadapi para penjajah. Karena mereka mengatakan, “Kami akan memerangi kalian wahai Zionis Israel dengan semua tulang belulang kami. Dengan seluruh janin yang ada di rahim ibu-ibu kami. Dengan seluruh jiwa yang udara ini. Dengan seluruh tetes darah dan semua aliran nafas kami.. “

Saudaraku, Ikhwanku…

Saudara-saudara kita di Ghaza hidup dengan penderitaan yang begitu menyakitkan. Lihatlah bagaimana kondisi masyarakat yang tercekik oleh tingginya harga bahan makanan pokok yang menjadi kebutuhan mereka sehari-hari. Lihatlah bagaimana banyak orang yang usahanya bangkrut. Bayangkanlah bagaiamana masyarakat selalu dihantui rasa takut. Bagaimana masyarakat yang merasakan seluruh hidupnya adalah kepahitan belaka. Upaya mencari nafkah menjadi pahit. Hidupnya menjadi pahit. Keluar rumah melihat kepahitan. Di dalam rumah mendapatkan kepahitan. Tidurnya dalam kepahitan. Bangunnya dalam kepahitan. Melihat kepahitan di mata anak-anak mereka dan orang tua mereka. Hingga kepahitan dalam matanya sendiri.

Saudaraku yang kucinta karena Allah,

Terhentinya 4000 pabrik di Ghaza. Tutupnya 3000 usaha di Ghaza benar-benar membuat kehidupan menjadi lumpuh. Tak ada lagi aktifitas ekonomi di sana. Kecuali hanya pemberian dan tukar menukar barang. Anda memberinya minyak, lalu yang diberi memberikan Anda tepung. Anda memberikan tepung, lalu yang diberi memberikan Anda telur. Begitu dominasi kenyataan hidup mereka.

Air di Ghaza, sudah terkena wabah penyakit. Bagaimanakah kondisi mereka karen
a air adalah kebutuhan manusia untuk bisa bertahan hidup? Tapi mereka memang benar-benar nyaris tak punya pilihan saudaraku…

Lebih dari 70% keluarga di Ghaza hidup di bawah kemiskinan. Di manakah organisasi HAM? Yang selama ini begitu konsentrasi membantu banyak manusia di Afrika dan aktif berbicara tentang kemiskinan dan kelaparan? Hari ini, kemiskinan, dan kelaparan terjadi di Palestina. Di samping Israel yang mengaku demokratis dan mengklaim di hadapan negara Barat sebagai contoh negara yang demokratis. Di manakah demokrasi, di saat banyak orang memilih pemerintahan Islam?

Ikhwanku…

Lebih dari 65 ribu pemuda Ghaza sudah putus dari bekerja. Tidak ada pabrik dan tempat usaha tempat mereka bekerja. Lebih dari 80% penghasilan kebun menjadi murah karena harga turun drastis. Para petani di Ghaza, bekerja menyirami kebun, memelihara tanaman mereka, dari pagi hingga mentari terbenarm. Lalu, saat mereka panen, dikatakan bahwa hasil panen mereka tidak bisa dijual kecuali hanya 20% saja. Sisanya terbuang begitu saja.

Jalan-jalan diblokade. Jembatan ditutup. Masyarakat hidup dalam kerugian yang terus menerus. Sejumlah pengamat menduga bahwa Ghaza di ambang krisis ekonomi paling parah dan krisis kemanusiaan sekaligus. Karena kekurangan obat, karena kekurangan pangan, karena tingginya bahan makanan, karena mereka dilarang untuk mencari alternatif di luar Ghaza..

Ikhwanku, saudaraku,

Ada lebih dari 450 orang pasien kanker di Ghaza. Lebih dari 400 orang menderita gagal ginjal. Lebih dari 450 orang mengalami sakit jantung. Mereka kini terancam meninggal karena tidak adanya pengobatan yang layak untuk menolong mereka. Terlebih dari itu, mereka tidak boleh keluar dari “kerangkeng” Ghaza. Israel telah melarang lebih dari 300 ribu orang yang meminta untuk keluar Ghaza untuk keperluan pendidikan. Kenapa? Karena mereka khawatir bila kelak orang-orang Palestina itu kembali ke negaranya menjadi tokoh dan pakar yang mampu mengatur permasalahan negaranya. Israel ingin Palestina dipenuhi oleh orang-orang bodoh dan terbelakang. Agar Ghaza hanya menjadi tempat buruh yang siap dipekerjakan dengan menggantungkan diri pada pihak lain, penjajah Israel.

Yaa Allah… Yang Maha Pengasih. Kasihilah penduduk Ghaza.. Kasihilah anak-anak mereka yang masih menyusui. Kasihilah orang-orang tua mereka yang sudah renta. Kasihilah semua pejuang-Mu di Ghaza…

Saudaraku, Ikhwanku yang dikasihi Allah…

Dalam laporan NCRP Amerika yang berbasis di Washington disebutkan bahwa besar bantuan sosial tahun 1998 adalah 175 milyar dolar. Ada 44% dari angka tersebut dialirkan untuk mendukung gereja, proyek penyebaran agama Kristen, dan berbagai lembaga agama lain seperti Yahudi. Lihatlah, jumlah 44% itu hampir sama dengan 70 juta dolar. Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa donatur-donatur besar itu berasal dari orang per orang, lembaga dan institusi. Khusus lembaga dan institusi, disebutkan menyumbang sekitar 27 milyar dollar. Itu laporan di tahun 1998.

Tahukah kita bahwa lebih dari 37600 situs internet adalah milik Institusi Yahudi yang didukung oleh dana bantuan hanya dari Amerika saja? Bayangkanlah apa yang diterima oleh Paus dan gereja Katholik di Roma. Vatikan seperti sudah maklum memiliki pesawat khusus. Kapal pesiar khusus. Bahkan pasukan khusus yang bisa dikatakan sebagai negara dalam negara di Italia.

Sabarlah wahai penduduk Ghaza…

Sabarlah wahai saudaraku di Palestina..

Sungguh meski mereka menentang dan memerangimu dengan segala cara

Meski mereka menghalangi obat, makanan dan air dari kalian

Tapi kalian takkan pernahy terkalahkan

Bersama kalian ada Yang Maha Kuat Yang Tak Mungkin Terkalahkan

Saudaraku, ikhwanku..

Apa yang bisa kita katakan untuk bencana seperti ini???

Saudaramu, Ikwan di Indonesia

“Allahummar zuqna syahadata fi sabiilik”

(M. Lili Nur Aulia)

Iklan

diantara sibuk waktu

!@#$%^
Lelah … apa yang lelah ..
pegal apa yang pegal ( ada sudut lain menjawabnya )
kepala ku pusing bahkan cenderung berat ( jawab yg lain )
pundak ku oh pundak ku letih kah kau dipacu waktu ( ia menggeleng malu2 tanpa comment )
oh ……
sepertinya semua raga ku mengiyakan
saat aku terpaku di ujung lara
sambil memangku dagu ku …
oh selamat datang deadline
jangan sisakan peluh untuk ku

aku terjatuh dan mengaduh
bukan untuk menyerah

tapi untuk satu keyakinan
semoga aku bisa

= Ya robb, mudahkanlah Jalan penuh rintangan ini =

diantara sibuk waktu
after meeting dgn P’set n Forwarder 😦 : )

senin kelabu

Senin ..adalah hari pertama setiap pekan dimulai , senin biasanya loading kerjaan ku tinggi , senin biasa hari yg paling kusuka setelah 2 hari -refresh dari kegiatan ngantor dan senin…ku ..biasanya aku menentukan 4 hari sesudahnya ….tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ada yang lain dengan senin kali ini, senin yang tak pernah ku duga….kalaupun hari ini loading kerjaan ku banyak, maklum kejar deadline , mulai dari ngurus kapal yang sandar disingapur hingga expiditng yang lumayan menguras waktu … – untuk itulah aku dibayar di sini

hari ini sebelum berangkat ke kantor … ada insiden yang membuat ayahku marah luar biasa, MARAH… astagfirullahal adzim… belum pernah ku lihat begitu marah luar biasa hingga membuat jantungku berdegum kencang , Ayah ku pribadi yang sabar, bijaksana , selalu mengedepankan arti sebuah kerendahan hati , tawadhu , tak pernah sekalipun dirumah ramai karena amarahnya , tak pernah sekali pun ada barang – melayang- dirumah , cercaan , suara keras, lengkingan atau apapun yang menggangu ..keharmonisan dirumah sangat terjaga …padahal Ayah orang yg sangat2 bisa menahan marah …”pernah dia berkata padaku ” jagalah lisan untuk tidak marah, mengumpat dan berdusta, insya Allah berguna utk kehidupan mu ..”.. tak terasa air mata ini mengalir mengingat pertikaian tadi pagi yang sampai saat ini membuat ku tak percaya dengan apa yng terlihat … Ayah ku murka karena suami kakaku ternyata diam2 selama ini sering menganiaya kakakku hingga tubuhnya lebam merah biru dan kakak ku tak pernah menceritakan ikhwal ini keluarga ku …Astagfirullahal adzim

Ya Robb, tunjukilah kami jalan yang lurus .. untuk menghadapi cobaan ini

mencoba me-rewind kejadian pagi ini ……………Astagfirulllah hal adzim

Selamat Tahun Baru 1429 H

Assalamuálaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

SELAMAT TAHUN BARU 1429 H
Semoga kita termasuk ke dalam Golongan orang-orang yang berHIJRAH
Hijrah dari kekufuran nikmat menjadi syukur nikmat
Hijrah dari kebodohan ke berilmu
Hijrah dari kefasikan menjadi ahlu ibadah
Hijrah dari kemiskinan hati kepada kelapangan qolbu
Hijrah dari kemiskinan harta pada keberlimpahan rizki yang barokah
Hijrah dari keterpasungan duniawi kepada kecintaan pada Sang Rabb
Semoga kita selalu dalam Ridho Allah SWT, dan
Di tahun yang baru ini lebih meningkat syukur dan amal ibadah kita

Semoga semakin tambah tahun ..

Semakin banyak ilmu semakin bijaksana..
Semoga kita bisa meneladani makna Rasul berhijrah
Semoga di tahun baru ini membawa keberkahan dan kehidupan yang lebih baik buat kita semua
Semoga tahun ini lebih berkah dan lebih cerah
Mudah-mudahan kita semua selalu dalam lindungan ALLAH SWT
Dan semoga semuanya menjadi lebih baik dan lebih indah
Wassalamuálaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Kenapa namanya Bika Ambon yach ?!! oleh2 Juli dari Medan ?!!! tanya kenapa ..

Kenapa namanya Bika Ambon yach ?!! oleh2 Juli dari Medan ?!!! tanya kenapa ..

Hari ini Juli masuk …ssst Juli orang Accounting kantor ku yang cuti dari tahun kemaren ( cutinya dari dec 2006 kalee) . yak maklum lah karena Juli orang Rantau ( yang merantau di Jakarta ) , asli nya Juli sich orang Medan , karena dia lahir, tumbuh , besar dan kuliah di Medan. Pastilah moment cuti kemaren sengaja di habiskan untuk meluangkan waktu Bersama keluarganya di Medan ..( iyalah namanya juga pulang kampong) …yang ada di benak ku yang pasti Juli di kerubungi keluarganya ada ibu , bapak kakak adik yang sudah siap menanti mereka dengan senyuman …kampung halaman , bumi yang dipijak yang menghantarkan Juli pada yang sekarang …ya no place like home ..pastinya …

Cuti kali ini dihabiskan Bersama keluarga di kampung halaman .. pastilah banyak keceriaan yang dia dapat disana .. yang pasti no stress di kejar2 tagihan & para Vendor ya Jul J

Dan ……

Alhasil hari ini Juli membawakan oleh2 berupa Bika Ambon untuk orang sekantor .. hohoho .. saat Bika Ambon di hadirkan semua mata tertuju melihat beninng kuning Bika Ambon yang menggetarkan sukma ( heheheh secara gitu disodorkannya pas jam 11-an pas lagi laper2nya ) ..Allhamdulillah akhirnya sampai juga potongan Bika Ambon masuk ke mulut ku ..perlahan ku nikmatin .. mmh ternyata enak sekali .. Allhamdulillah lumayan biar buat ganjel perut menanti lunch time ..sesaat aku tertegun diakhir gigitan terakhir .. tell me why mengapa nama kue berserat kuning berkilau dari Juli anak Medan namanya Bika Ambon ya … ?!!!

Mmmh apapun arti dibalik nama Bika Ambon ini tidak lah penting .. karena Bika Ambon Juli dari Medan hari ini dapat di nikmati satu kantor tanpa terkecuali ..hehehehe

Yummy ..Thanks for Juli

Sambas, 08.01.2008

(Ditengah persiapan “tender”…)