Bekal Ramadhan Meraup Cinta Ilahi

Duhai Saudaraku yang ku cintai karena Allah ,

Yuk mari sejenak kita renungan kan hadits indah berikut ini :

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:


Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku mencintai si fulan maka cintailah dia! Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia! Para penghuni langitpun mencintainya. Kemudian dia pun diterima di bumi.” (HR. Muslim)

Coba bayangkan Saudaraku, oh betapa indahnya jika Allah mencintai kita, malaikat jibril mencintai kita, seluruh langit dan selanjutnya kita diterima dibumi, dicintai oleh para penghuni bumi, Subhanallah, Indah nian bukan ?

Mau ?

Jelas kita semua pasti mau khan dan sangat menginginkannya,

Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana ya caranya agar Allah SWT mencintai kita ?

Apa yang harus kita lakukan agar kita mendapatkan semua itu ?

Coba Yukk buka hadits Qudsi

Mari kita temukan jawabannya dalam hadis qudsi berikut:


Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: telah bersabda Rasulullah SAW.: “Sesungguhnya Allah telah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka sesungguhnya Aku telah menyatakan perang kepadanya, dan tidaklah seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hambaKu mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya jadilah aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta (sesuatu) kepadaKu pasti Aku akan memberinya, dan jika ia memohon perlindungan kepadaKu pasti Aku akan melindunginya…”

(HR. Bukhary, Al Baihaqi, Ibnu Hibban & at Thabraniy)

Ternyata saudaraku, caranya sangat mudah.


Bila kita ingin mendapat cinta Allah, Allah hanya mensyaratkan kepada kita untuk beribadah kepadaNya. Melaksanakan ibadah yang Allah wajibkan kepada kita dan menambahnya dengan amalan-amalan sunnah.

Ibadah wajib dengan arti yang luas, dari berbagai sisi dan aspek kehidupan, tidak hanya terbatas pada ibadah ritual saja.

Saudaraku, marilah kita laksanakan semua perintah Allah baik yang wajib maupun amalan sunnah.

Sebentar lagi Ramadhan menyapa , bulan yang penuh berkah, bulan dimana hampir semua orang berburu pahala, berlomba dalam kebaikan, sehingga dapat kita simpulkan bahwa bulan romadhan merupakan sarana yang paling efektif dalam meraih cinta Ilahi.


Mari kita manfaatkan momentum Ramadhan ini sebaik mungkin. Jangan sampai ada ibadah wajib yang terlalaikan dan mari kita rengkuh ibadah-ibadah sunnah sebanyak dan sebaik mungkin. Jangan ada waktu kita yang terbuang sia-sia. Kita dekatkan diri kita kepada Allah sehingga kita dapat meraih cinta dan ridhaNya.

Dalam hadis diatas juga dijelaskan bahwa setelah kita berhasil mendapatkan cintaNya, maka

Allah akan menjadi pendengaran kita yang kita gunakan untuk mendengar. maksudnya adalah Allah akan mengontrol pendengaran kita, sehingga kita hanya mendengar sesuatu yang pantas dan boleh kita dengar dan kita tidak akan mendengar sesuatu yang dilarang,

begitu juga dengan pandangan, tangan, kaki dan seluruh tubuh kita akan dikontrol oleh Allah.

Sehingga apapun yang kita lakukan selalu bermuara pada cinta dan keridhaan Allah.

Kalau sudah demikian, apapun yang kita minta Allah pasti memberinya, jika kita berdoa niscaya Allah mengabulkannya

dan bila kita butuh perlindungan Allah akan melindungi dan menjaga kita.

Saudaraku, mari kita raih cinta Ilahi, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Tanamkan dihati, kuatkan azzam mu utk selalu menjaga Allah, jagalah Allah dimanapun dirimu berada insya Allah , Allah akan selalu menjagamu

Ya Allah kami mohon cintaMu, cinta orang-orang yang mencintaiMu dan cinta perbuatan yang mendekatkan kami pada cintaMu amiiiin

Hadiah Syurga

Disebuah perkantoran dikawasan prestius Jakarta, semua tampak sibuk tak terkecuali dari Office Boy sampai dengan direktur, dari mulai suara brisik printer dot matrix sampai dengan suara nyaring telpon yg teriak minta diangkat, atau bunyi tak tik tuk , pletok tok bunyi alas kaki laki laki dan perempuan berlalu lalang , belum lagi pemandangan tumpukan rim rim kertas dan bantex yg tdk muat lemari, alias Fulll,hingga disebuah pojok ruangan Fotocopy dan scanner ber Ac ada keluh berbisik yang meresap didinding Gyp sum pembatas ruangan .

” ih sebel deh sama Pak Gunawan hobby nya complain terus, udah lembur 2 hari ini ngerjaain Report tetap aja Report ku ga diterima , bukannya ngasih masukan malah aku disuruh keluar sambil gebrak meja ” keluh mas Pardi

” Hiiiya abis makan apa sich dia tuh, ” tambah yang lain

” Si kasno satpam kemarin dibentak bentak karena terlambat kasih kunci mobilnya ” Seru Pak Jaja

” Mungkin Tidurnya ga nyenyak kalo sehari tanpa marah marah ” jawab Mba Ina menyudahi

“Kita mah belum apa2 ! Gimana Mbak gina ya sekretaris Pak Gun selama 5 tahun, pasti dah kenyang dan hafal ya marahnya pak Gun ” sahut Nuri

“Mungkin kita kita ini emang di gaji untuk dimarahi ya ?!!! kalimat itu menyudahi 4 org yg berkerumun keluar dari ruang foto copy bersamaan …

Cerita tentang orang orang dgn sifat marah bukan hanya ada satu tempat saja seperti cerita diatas, tak jarang lembaga pendidikan seperti sekolah pun jadi ajang penumpahan kemarahan penganiyaan seorang guru kepada muridnya dengan menampar muka si murid karena alasan terlambat sekolah, Dirumah pun ada orangtua yg tega menyiram anaknya dengan airpanas karena anaknya tidak mau mandi Astagfirullahal adzim , Dijalan raya Supir angkot yang marah dan ugal ugalan dijalan karena penumpangnya di angkut oleh Supir angkot lain hingga mengakibatkan kecelakaan lalin, dsb

huh ! berapa banyak kebiasaan sifat marah yang merusak tatanan hidup bermasyarakat, sifat marah meluapkan logika dan rasa, menghilangkan kepekaan dan peduli sesama, melunturkan kelembutan kearifan budi pekerti, dan betapa banyak energi yang terkuras hanya dengan marah sesaat.

Apakah dengan marah dapat menyelesaikan masalah ? tentu tidak Bukan, yang ada kesia sian sesangat, dengan marah organ jantung bekerja lebih keras, pembuluh darah naik, emosi tak terkontrol ..ayoo dikalkulasiii .

Maka benarlah pesan Rasulullah Laa taghdob…wa lakal jannah .. Janganlah kamu marah maka bagimu Syurga

Subhanallah indah bukan, bagaimana Rasul memberi nasehat janganlah kamu marah maka bagimu syurga , karena sesungguhnya Marah adalah perilaku syaiton yg dapat menjerumuskan manusia, dan sungguh luarbiasa ya hadiah previllage yg ditawarkan dari menahan marah adalah syurga.

Seperti yang diiriwayatkan oleh Ja’far bin Muhammad Ra bahwa , “Marah adalah pintu segala kejelekan”. . Maka sebisanya hindari marah dengan berbagai jurus pilihan sebagaimana Rasulullah ajarkan pada kita:

– Membaca Ta’awwudz ( audzubillahi himinasyaitonirrojim )
– Berwudlu
– Duduk
– Diam
– Bersujud ( posisi kepala diharus lebih pendek dari jantung)

Suatu hari Ibnu Mubarak Ra bertanya pada Rasulullah , “Kumpulkanlah untuk kami akhlak yang baik dalam satu kata!” Beliau menjawab, “Meninggalkan amarah.” Apakah keutamaan orang yang meninggalkan amarah? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai”. Nah, mau pilih memarahi atau pilih bidadari yang akan menemani kita disyurga ?

Syurga memang tidak mudah diraih dengan jalan yang mudah, tapi janganlah kawan berputus asa, karena sesungguhnya Syurga adalah hak kita, ya benar hak kita, hak kamu , hak aku dan hak kita semua , yaitu hak para muslim dan muslimat yang selalu teguh menyeru dalam jalan kebaikan dan ketaqwaan hanya pada Allah SWT. JUST FOR ALLAH ONLY. THE ONE AND ONLY

Kawan ingatlah , bahwa Apa yang kita lakukan selama ini belum seberapa dengan apa yang dilakukan para muslim di palestina ,yang berdarah darah dalam membumikan nama Allah SWT diantara deru senjata yg dikirimkan israel laknatullah , mereka harus rela kehilangan ayah dan bunda , kehilangan sanak saudara harta benda , namun mengapa usaha mereka begitu luarbiasa ??

Dlm surat Al kahfi disebutkan bahwa “Besarnya Pahala itu sesuai dengan besarnya kesulitan yang dihadapi” Bisa jadi Syurga yang diharapkan mereka lebih besar dari Syurga yang kita harapkan, Syurga Firdaus yang lebih tinggi , oleh itu mengapa mereka berjuang sekuat tenaga melawan pelbagai kesulitan yang mereka hadapi dengan semangat dan perjuangan lebih tinggi pula karena mereka mengharap dgn Syurga yang lebih tinggi, berjuang utk mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT kemudian,

lalu bagaimana dgn kita ?

apakah kita pantas singgah disyurga firdaus dengan amal pengorbanan kita yang sedikit ?

keringat yg kita kucurkan hari ini mungkin blm seberapa dlm memperjuangkan nama Allah SWT , tapi yakinlah Allah melihat kesungguhan yang kita lakukan .

Jadilah juara , jadilah pemenang utk hawa nafsu yang menghinggapimu maka syurga untuk mu.

Innallah ma ana.

Laa taghdob…wa lakal jannah


Laa taghdob…wa lakal jannah


Laa taghdob…wa lakal jannah





[Copas] waktu waktu Mustajab berdoa

Sahabat,Dianjurkan bagi seorang muslim untuk berdoa kepada Allah swt sebagai bentuk pernyataan ketergantungannya kepada Allah swt. Abu Daud meriwayatkan dari An Nu’man bin Basyir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Doa adalah ibadah, Tuhan kalian telah berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”

Waktu-waktu Mustajab untuk Berdoa

Diantara waktu-waktu mustajab untuk berdoa, adalah :
1. Pada hari Arafah.
2. Bulan Ramadhan.
3. Hari Jum’at.
4. Saat sahur.
5. Antara adzan dan iqamat.
6. Setelah shalat.
7. Tatkala turun hujan.
8. Ketika perang di jalan Allah.
9. Ketika khatam al Qur’an.
10. Saat sujud.
11. Saat berbuka puasa.
12. Ketika merasakan kehadiran hati dan rasa takut kepada Allah. (Mukhtashar Minhaj al Qasidhin hal 49)

Berdoa di Saat Shalat dan Setelah Shalat

Tentang bedoa disaat shalat ini maka para ulama Hanafi dan Hambali berpendapat bahwa disunnahkan berdoa disaat tasyahud akhir setelah shalawat atas Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan apa-apa yang meneyerupai lafazh-lafazh al Qur’an atau lafazh-lafazh Sunnah dan tidak diperbolehkan berdoa dengan apa-apa yang menyerupai perkataan manusia, seperti mengatakan : Allahumma Zawwijniy Fulanah (Wahai Allah nikahkanlah aku dengan si fulanah) atau A’thiniy kadza min adz dzahabi wa al fiddhah wa al manashib (Berikanlah aku sekian dari emas, perak dan kedudukan)

Adapun para ulama Maliki dan Syafi’I berpendapat disunnahkan berdoa setelah tasyahud dan sebelum salam untuk kebaikan din (agama) dan dunia. Tidak diperbolehkan berdoa untuk sesuatu yang diharamkan atau yang mustahil. Jika dia berdoa dengan sesuatu dari itu semua maka batal shalatnya dan yang lebih afdhal adalah berdoa dengan doa-doa yang matsur. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 7168)

Tempat lainnya didalam shalat yang baik pula untuk berdoa adalah disaat sujud berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa.”

Dibolehkan pula baginya berdoa pada saat ruku’ berdasarkan apa yang diriwayatkan Imam Bukhari dari ‘Aisyah ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca do’a dalam rukuk dan sujudnya dengan bacaan: “SUBHAANAKALLAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII (Maha suci Engkau wahai Tuhan kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku) ‘.”

Juga apa yang diriwayatkan Imam Muslim dari Ali bin Abi Thalib bahwa jika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ruku’ maka beliau membaca: “ALLAHUMMA LAKA RAKA’TU WA BIKA AAMANTU WA LAKA ASLAMTU KHASYA’A LAKA SAM’II WA BASHARII WA MUKHKHII WA ‘AZHMII WA ‘ASHABII (Ya Allah, kepadaMu aku ruku’, denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri, patuh dan tunduk kepadau pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulang-tulangku dan otot-ototku semuanya).”

Adapun tentang berdoa setelah shalat maka tidaklah ada larangannya jika dilakukan setelah berdzikir dengan dzikir-dzikir yang disyariatkan.

Markaz al Fatwa didalam fatwanya No. 583 tentang permasalahan ini menyebutkan bahwa berdoa setelah shalat adalah sesuatu yang disyariatkan, demikian pendapat jumhur ulama, dan janganlah mengatakan bahwa hal ini termasuk perbuatan bid’ah sebagaimana anggapan sebagian orang.

Sebagaimana Imam Bukhari menerjemahkan didalam kitab Shahihnya : Bab : Berdoa Setelah Shalat. Terdapat didalam hadits bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berdoa pada setiap selesai shalat apabila mengucapkan salam : ‘LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHUU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI`IN QADIIR, ALLAHUMMA LAA MAANI’A LIMAA A’THAITA WALLA MU’THIYA LIMAA MANA’TA WALAA YANFA’U DZAL JADDI MINKAL JADDU (Tiada Dzat yang berhak disembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Dia yang mempunyai kekuasaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tiada yang bisa menghalangi apa yang Engkau berikan dan tiada yang bisa memberi apa yang Engkau halangi. Tidaklah bermanfaat kekayaan dan harta benda dari-Mu bagi pemiliknya).”

Al Hafizh Ibnu Hajar didalam penjelasan tentang hadits ini mengatakan bahwa telah dinukil dari sebagian ahli ilmu bahwa barangsiapa yang menafikan bedoa setelah berdoa secara mutlak adalah perkara yang ditolak. Kemudian beliau mencantumkan hadits-hadits yang didalamnya menyebutkan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwasiat kepada sebagian sahabat dengan doa setelah shalat, seperti : hadits Muadz :

“ALLAAHUMMA A’INNII ‘ALAA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBAADATIK” (Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir dan bersyukur kepadaMu serta beribadah kepadaMu dengan baik.)

Juga hadits yang diriwayatkan oleh Muslim (dan Abu Daud) bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai shalat, beliau berdoa,“ ALLOOHUMMA ASHLIH LII DIINII ALLADZII HUWA ‘ISHMATU AMRII, WA ASHLIH LII DUN-YAAYA ALLATII FIIHAA MA’AASYII, WA ASH-LIH LII AAKHIROTII ALLATII FIIHAA Meriwayatkan’AADZII, WAJ’ALIL HAYAATA ZIYAADATAN LII FII KULLI KHOIRIN, WAJ’ALIL MAUTA ROOHATAN LII MIN KULLI SYARRIN “Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan!”

Orang-orang yang melarang berdoa—setelah shalat—membatasi apabila setelah salam langsung (berdoa) tanpa mengucapkan dzikir-dzikir yang disyariatkan. Adapun jika dia mengucapkan dzikir-dzikir yang disyariatkan maka mereka tidaklah melarang berdoa setelah itu.

Jadi apabila ada yang berdoa maka janganlah diinkari, dan apabila dari mereka ada yang tidak berdoa jangan pula diinkari karena didalam permasalahan ini terdapat kelapangan, dan hal ini terdapat dibawah pokok yang umum yaitu : DOA.

Akan tetapi menjadikan doa ini dalam suatu sifat khusus (tertentu), seperti seorang imam yang mengeraskan (doa) lalu orang-orang dibelakangnya mengaminkannya kemudian mereka memegang teguh perbuatan ini dan menjadikannya sesuatu yang terus menerus dilakukan adalah perkara yang baru (bid’ah) tanpa ada diragukan.

Doa Setelah Saat Shalat Tahajjud

Imam Muslim meriwayatkan dari dari Jabir ia berkata; Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu ia memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam.”

Hadits tersebut berisi anjuran untuk meghidupkan malam dengan berbagai ibadah, seperti : membaca Al Qur’an, shalat tahajjud, istighfar dan berdoa terlebih lagi bahwa Allah swt turun ke langit dunia pada seperti malam terakhir.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Rabb Tabaraka wa Ta’la turun ke langit dunia pada setiap malam, yakni saat sepertiga malam terakhir seraya berfirman, ‘Siapa yang berdo’a kepadaKu nis
caya akan Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepadaKu niscaya akan Aku berikan dan siapa yang memohon ampun kepadaKu, niscaya akan Aku ampuni.'”

Seorang yang melakukan shalat tahajjud berarti termasuk orang yang menghidupkan malamnya dan dia berada pada suasana terbaik untuk berdoa berdasarkan hadits-hadits diatas. Dibolehkan baginya berdoa di sepanjang malam itu, baik disaat shalat tahajjudnya atau setelah tahajjud sebelum menunaikan shalat witir atau setelah shalat witir.

Dan hendaklah doa setelah shalat witir dilakukan setelah mengucapkan “SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS” sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dari Ubay bin Ka’ab. Dan dianjurkan pula untuk mengucapkan kalimat itu sebanyak tiga kali sebagaimana disebutkan didalam riwayat an Nasai.

Markaz al Fatwa didalam fatwanya No. 130969 menyebutkan bahwa membiasakan berdoa setelah witir sebelum fajar merupakan amal yang paling utama dan perbuatan mendekatkan diri kepada Allah yang paling agung sebagaimana anjuran Rasulullah shallallahu wa ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk berdoa pada waktu ini.

Imam at Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Umamah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya; wahai Rasulullah, doa apakah yang paling di dengar? Beliau berkata: “Doa di tengah malam terakhir, serta setelah shalat-shalat wajib.”

Wallahu A’lam

http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/adab-ber-doa.htm

Mengukir benang benang cinta

Welcoming June, Alhamdulillah telah ga terasa sudah tiga tahun kami merenda benang2 cinta sebagai pasangan suami istri , ehm hm pas that day kemarin 8 Juni 2011 sebenernya sich ga ada acara special , seperti candle light or surprise surprise atawa sweet little party namun yang ada lebih keperenungan diri :

“apa yg sudah kita lakukan selama 3 tahun ini ? “

selama 3 tahun , kami belajar utk memahami satu sama lain tentang kelemahan dan kekurangan masing2, saling menguatkan , saling mendoakan, saling memompa semangat dan memotivasi , belajar merangkum arti kebersamaan , mengambil hikmah disetiap kejadian kehidupan melalui bentangan Cinta dan kasih Sayang yg Allah hamparkan utk kami tentunya.subhanallah.

Terimakasih ya Allah telah memberikan pasangan yang baik, jadikan rumahtangga kami sakinah, mawadah warahmah .. amiiin.


Dalam hati ingin rasanya memberikan kado pada kangmaz ttg perihal kehamilanku mmh tapi Entah kapan saat ini Allah belum menitipkan benih dirahimku, mungkin suatu nanti pada saat yang tepat dan pada saat yg indah , seperti bunga yang mekar kala tiba nya mekar mmmh
yup menanti saat saat itu dengan sama sama mempersholeh diri, kalo ingin punya anak anak yg sholeh berarti orangtuanya juga harus sholeh jg dong .. mmh kira2 begitu khan

Jadi inget ceramah Alm.Ust Yoyoh tentang para shohabiyah, Asiyah istri firaun , Aisyah istri rasul merupakan wanita wanita yang masuk syurga walau tanpa Allah karunia-i anak. itu artinya Allah memberikan pesan segala sesuatu Allah yang mengatur, ada keluarga yang tidak Allah karunia-i anak ,ada juga yang dikarunia-i dan untuk itu kita dilarang utk berburuksangka pada Allah ( bukankah Allah itu sesuai prasangka Hamba Nya) karena sesungguhnya Allah lebih mengetahui yang baik untuk hamba Nya, sedangkan tidak demikian dgn hamba Nya.

Karenanya marilah untuk teman teman yang saat ini sedang dalam penantian menunggu hadirnya sang buah hati teruslah mengisi penantian ini dengan melakukan banyak kebaikan untuk lebih mendekatkan kita pada jalan ketaqwaan pada Allah, karena sesungguhya Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba Nya yang berbuat kebaikan , ada atau tidaknya imbalan didunia untuk kita , Allah akan simpan imbalan itu di akhirat nanti untuk kita .

Tetap berjuang utk terus berdoa dan berusaha, karena sesungguhnya Doa tanpa usaha adalah kebodohan dan Usaha tanpa doa adalah kesombongan.

“Robbi habli minasholihin”
“Ya Allah , karuniakanlah Amana- Mu untuk memelihara bayi mungil yang indah bagi siapapun yang berharap keturunan. Jadikanlah anak yg sholeh dan bertakwa kepada Mu, memuliakan bagi Ayah dan bundaNya, serta membahagiakan bagi sesamanya, Ya Allah sesungguhnya Engkau maha mendengar doa doa kami” amiiin