Empati , Harus Dong !

Pernah lihat orang miskin, hidup kekurangan dipinggir rel kereta api , makan apa adanya dan hidup serba kekurangan. atauu manusia2 gerobak , yg mengukur jalan demi mencari tempat berteduh dgn mengandalkan mencari gelas, botol2 bekas atau kardus bekas. terbayang bagaimana mereka melewatkan hari demi hari nya

Jadi ingat kisah hari ini yg begitu memilukan hati, ya tentang acr santunan Yatim dan Lansia yg digelar sebuah arisan ibu2 didaerah rumah ku ( terasa jd ibu2 ya ,maklum diantara deretan ibu2 aku yg paling muda hehe )
ketika saatnya pembagian sembako dan amplop, giliran seorang nenek tua yg <maaf>bungkuk maju dgn tertatih dan sedikit tergopoh menerima bingkisan sembako yg dibagikan saking beratnya kardus, dibantu seorang ibu muda yg membantu membawa kardus dan mendampinginya beliau tersenyum tanpa lupa mengucapkan terimakasih, berjalan perlahan bersama kaki tua nya yg rapuh, kemudian dgn sigap seorang panitia membawa motor hendak mengantarkan nenek tua itu pulang.

Seorang ibu, setengah berbisik pd ku “smoga Saat tua nanti saya tdk mengalami kejadian seperti itu dan smoga saya diberikan kemampuan sehat dan tdk merepotkan anak cucu saya” katanya dengan mata yg berkaca kaca sambil berlalu meninggalkan ku yg masih bergelut dgn sampah2 kardus.

Ah rasanya ingin menitikkan airmata jg dan hati jadi trenyuh dibuatnya, Terbayang bagimana kalau kita hidup seperti itu ? tentu sangat menderita maka timbullah keinginan untuk membantu orang2 itu dan ingin memberikan sesuatu kpd org itu. nah kalo rasa itu muncul namanya telah muncul rasa Empati dalam diri kita , lho kenapa Empati ?!!! ya karena Alhamdulillah kita mampu merasakan dan menyelami perasaan orang lain, dan kita bisa memahami perasaan diri sendiri

Empati berarti memahami perasaan orang lain ,contohnya kita tidak akan berkata kata kasar bila kita menyadari bahwa kata kata kasar sangat menyakitkan , sikap empati bisa membuat seseorang mau mengendalikan ucapan dan tindakannya .Misalnya saja meski merasa bersalah seseorang tdk mau dibentak bentak didepan org lain, maka sejatinya ia pun sejatinya tidak akan mau melakukan hal tsb pada orang lain.

karenanya memahami cara pandang seseoarang dapat membantu kita mengakses apa yang mungkin sedang dipikirkan oleh orang yag bersangkutan , kita bisa mengetahui bagaimana orang2 terdekat kita memandang dan menyikapo sebuah persoalan , Nah pemahaman semacam ini akan terus berkembang seiring dengan perjalanan waktu , latihlah kepekaan diri dan galilah terus hingga kita bisa menemukan saripati hidup ini ( Wuiih dalem bahasanya hehe)



* Lesson of the day
Terimakasih Allah SWT atas begitu byk nikmat yg kau berikan pada ku sampai dengan detik ini .


8 Hari menjelang Ramadhan 1432 H,
24 July 2011, Jakarta
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s