Kereta Harapan, menjemput impian


“naik kereta api tut tut
siapa hendak turut
kebandung
surabaya
bolehlah naik dengan percuma
ayo kawanku lekas naik
keretaku tak berhenti lama “

Yah demikianlah bait bait lagu masa kecil yang masih ku ingat , rasa nya bangga sekali menikmati moda transportasi ini apabila pulang kampung ke yogja dan ngawi kampung halaman ayah dan ibuku.

Kereta Api dijangan bayangkan dengan Apinya , karena sejak pertama aku naik moda ini aku belum pernah melihat kereta api yang dijalankan dengan Api , namun tepatnya dengan listrik jadi sekarang berganti nama menjadi kereta listrik.

Dulu saat aku SMP saat pulang sekolah saat magrib menyapa pemandangan kereta selalu memiliki arti tersendiri buat aku, entahlah aku begitu kagum dibuatnya ,melihat perjuangan para pejuang kereta berjubel didalam sesaknya kereta yg berjalan cepat dari arah kota ke arah bogor , hmpzzzh bisa dibayangkan kerasnya perjuangan mereka yg rela berhimpit2an begitu, belum soal impitan, namun aku berfikir diantara ratusan orang dalam kereta itu ada berapa banyak copet yang memangsa para penumpang itu

ah demi segengam rupiah, demi menafkahi anak dan istri, demi dagangan laku dan demi demi yang lain. apapun alasan mereka aku meyakini kereta bagi mereka adalah sarana menjemput impian, yaa menjemput impian , impian untuk memiliki kehidupan yg lebih layak lagi.

Dan sudah sepatutnya pemerintah memperbaiki prrkeretaan indonesia, minimal lebih baik kedepan apalagi apabila bila sejajar dengan kereta api yang dimiliki negara sakura 🙂 ya semoga saja suatu saat nanti

Iklan

Buah dari tulisan kita


Impian terbesarku dari menulis adalah ketika nanti di Mahsyar aku terbelalak melihat catatan amalku, “Ya Allah, bukankah timbangan amalku tak sebesar ini?” Kemudian kuterima jawaban dari-Nya, “Ya, kau benar. Tapi ribuan orang telah tergerak beramal kebaikan setelah membaca tulisan-tulisanmu. Berantai amal sunnah terkerjakan setelah ribuan manusia membaca karya dari jemarimu”. Ah, demi Allah Yang Maha Tahu, itulah harapan tertinggiku.” (Ahmad Rifa’i Rif’an)

Mesjid Biru, Bintang Mualaf

Mungkin Kisah kali ini masih ada hubungannya dengan cerita sebelumnya yaa tentang Kisah Mualaf ( semoga Allah menjaga keislaman mereka dng Cahaya yg tidak pernah redup … aamiiiin ,

Yuppyyyyyyyy berawal dari status seorang teman diFB bulan Desember tgl 28 2011 kemarin ,yang inti menginformasikan adanya pertemuan tokoh mualaf indonesia yang diadakan dimesjid Biru Pondok Indah, Jakarta.

Tadinya sich aku baca status ini sambil lalu n kurang “notice” krn sesudahnya aku baca beberapa email teman2 yang isinya macem2 pemberitahuan info kegiatan kajian ilmu dalam rangka menyambut tahun baru masehi di mesjid seputar Jakarta. ( padahal tahun baru hijriah kemarin aku mabit di Mesjid Sunda kelapa, yaaai ga sempat di tulis ya )

Yes begitu masuk pelataran mesjid disambut karangan bunga papan mmmh ahhhh

Trus hingga siang hari seorang teman telpon mengabariku tentang ajakannya datang ke mesjid Pondok Indah , “lho kok tau sich ?” katanya diujung telepon. akhirnya setelah nunggu suami pulang ngantor ( abis Magrib. Red) kami segera segera meluncur kesana daaannnn ternyata subhanallah ….. ternyata antrian ibu2 yang mo masuk ke lantai dasar mesjid puanjaaangg sekaliii, alhamdulillah ya animo masyarakat tinggi batin ku dalam hati, saking bejubelnya aku sempat diajak ngobrol dgn seorang ibu yang membawa putri kecilnya nya yang sama2 ikut berjubel …hehe senasib pikirku “wah, yang datang byk ya Bu?” tanyanya padaku ( Weks, emang tampang ku mirip ibu2 ya kok dipanggil ibu , teringat timbangan badan yg naik 2 kg hari ini ..hayyah oops hehe ) ” iya” balesku sekenanya. “Padahal saya cuma dpt dari info BB Lho” sambungnya lagi dan mengalirlah obrolan bla bla tentang kajian mualaf kali ini

Dan Wah Subhanallah, kecanggihan teknologi semacam FB, BBm , or social network lainnya jg punya andil dalam penyebaran majelis ini , semoga yang menyebarkan pesan pesan kebaikan menjadi pahala yang mengalir utk yang menyebarkannya … aamiiiin

Ok balik lagi , so sampailah aku kedalam ruangan besar dibawah ruang utama mesjid ini , biasanya ruangan bawah ini digunakan sbg ruang serba guna mesjid, utk acara walimahan, kajian , bedah buku dan lain lain, dan dan karena yg datang byk ga mudah utk mendapatkan tmpat yg strategis , i mean yg deket sama panggung utama agar keliatan dgn para pembicaranya yaitu tokoh2 mualaf indonesia yg akan memberi pencerahan pastinya nya .. dannn setelah muter2 ruangan yg penuh ini , kebetulan ruang ini dibagi 2 sayap kiri utk para kaum adam dan sayap kanan
utk para kaum hawa, kuberharap ada secuil celah utkku disini dan aku yakin aku pasti dapat PEDE hehe iya dong , makanya kenapa dlm Surat Al Mujadalah , Qs 58 ayat 11 kita diminta utk memberi tempat utk orang org dlm majelis

“Wahai orang orang yg beriman ! apabila dikatakan kepadamu,” Berilah kelapangan didalam majelis-majelis” maka lapangkanlah untukmu, Dan apabila dikatakann “berdirilah kamu” maka berdirilah .Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang orang yang beriman diantarmu dan orang orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah maha teliti apa yang kamu kerjakan.

Tuh kan berarti wajib bagi kita utk memberi kelapangan dalam majelis khan !! biarlah mesjid pernuh asalkan mall kosong , mantab juga khan kl mall kosong, tandanya umat muslim makin peduli pada ajakan kebaikan … i wish some day … aamiiiin

kemudian aku mencoba menyusuri sayap kanan pelataran mesjid dimata situ banyak kursi berjejeran menghadap panggung utama, namun kali ini kerapatan jamaah seperti tak bisa digeser saking rapatnya kemudaian kok banyak org berkerumun berdiri ya ? knp ya pikir ku ? setelah aku mendekat ternyata kerumunan para ibu2 itu sedang mengerubuti seorang ustadzah yg sangat familiar ku lihat di majalah2 islami , ooh ternyata ibu2 itu mengerubung sang Ustazah mualaf idolaku “Ustazah Irena handono” hmfttt sempat bilang dlm hati aku harus nih foto sama beliau , namuuuun krn banyaknya jamaah yg dtg ga mungkin jg , pikir ku melihat kanan kiri. aku sempat lihat byk org ingin berpose dgn beliau, sedangkan acaranya nya kan hampir dimulai tepat setelah isya, 10 menit lagi , gmn caranya ya biar dpt sejepret aza … :D

Singkat cerita tiba2lah saat yg ditunggu masing2 mualaf memberikan tausiyah diantaranya adalah . Hj. Irena Handono, H. Insan LS Mokoginta, Ust Syamsul Arifin Nababan, Subhanallah cerita yang dihadirkan menggugahku utk mensyukuri Hidayah Allah atas keislaman ku ini .

Setelah Tausiyah selesai ada acara pemberian tropi muallaf pada ke 3 tokoh pembicara dan yang tidak kalah serunya dan mengharu birunya adalah pengucapan syahadat seorang dari jamaah yang hadir , yang kala itu langsung diberi nama islam yaitu nama muhammad ihsan . diharapkan setelah memeluk islam ia akan menjadi manusia yang berakhlak baik … aamiiin

Dan eiitttsss lupaaaa ini dia bonus Buku Gratisan dari Pertemuan mualaf itu :)

syahadat

Pastinya Muhammad Ihsan ini jadi artis dalam sekejab saja karena pada saat acara pengucapan syahadat ribuaan jamaah termasuk stasiun tv ( mmh lupa stationnya ) mengabadikan moment ini baik melalui kamera ponselnya, bb, camera digital …subhanallah Citizen journalizm

dan pastinya setelah moment ini pun ,ku manfaatkan sebaik2nya kala ribuan orang menyemuti sang mualaf baru itu, aku nekad menerobos panggung sebelah kanan yang kebetulan kosong , tapi usaha kali ini tak berhasil karena kawanan pemburu berita alias wartawan siap mengerubungi ustazah Irena, dan sepertinya Reporter itu sudah siap dgn Corong mix nya … yahhh masa gagal sich pikir ku , namun apa boleh disangka , si Reporter asyik menggulung kabel agar tidak me-nye-rimpet jamaah yang banyak lewat dan ini ku manfaat kan baik baik dan ahaaa disana ku lihat ustazah Irena tanpa pengawalan dan aku menyapanya ,

“apa khabar ibu ? lama tak bertemu” ! sapa ku “terakhir kita bertemu di mesjid Sucofindo pasar minggu”, ah subhanallah dia tersenyum dan pas kebetulan ada yang seorang ukhti yang melintas yg melintas didepan ku , langusng ku tembak “mba tolong fotoin dong, kataku memberikan kamera pocket ku dan …. jepret … ini dia pose ku :D

Rida & Ustz. Irena Handono

Alhamdulillah ternyata jalan kemudahan itu memang didepan mata, dan butuh extra kerja keras utk mendapatkan apa yang kita ingin kan , Yes I made it dan Pastinya bertemu ustazah. Irena Handono is one of the best moment in my life.

Lesson of life : Never Give up to reach your dreams n keep fighting move on move on hehehe

* I think i can still smile even im sleep at night

Wassalam, Terimakasih Ya Rabb

Utkmu yg menemukan cahaya Allah

Twing Twing .. disuatu pagi buta bunyi pesan masuk ke ponsel ku dan subhanallah isinya tentang seorang yg menyatakan diri masuk islam Walhamdulillah ,entah kekuatan apa yg hadir saat membaca deretan huruf2 demi huruf dalam pesan itu hingga rasanya air mata ini ingin tumpah dibuatnya ,intinya dia minta untuk didampingi utk membantu dirinya terus mengenal dan dekat dgn islam yang dia pilih .

Ohhh subhanallah ini kali ke 2 aku terkaget2 or mungkin seharusnya tidak usah dibuat kaget namun nyatanya ketika ada seorang yg mengucapkan syahadat pertama kali , terasa lebih menggetarkan,

Asyhadu anla ilaha illah wa asyhadu anna muhammadurrasulullah”

inilah syahadat , inilah pintu perbedaan yg membedakan seorang muslim dgn non muslim
dan tentu saja kali ini pernyataan diri seseorang yg tak pernah ku sangka dan sama sekali menyangka ia akan memilih jalan ini menuju keislamannya.

dalam lirih ku sebut


Duhai Allah engkaulah pemilik hati hati manusia, maka condongkanlah hati kami utk selalu dekat dengan Mu .

Setelah keislamannya di ikrarkan di mesjid Sunda Kelapa, dia mulai membenahi dirinya utk belajar islam diantaranya adalah shalat 5 waktu, mungkin krn faktor lidah yg berat dia pernah menangis tersedu2 karena sulitnya menghafal al fatihah namun setelahnya senyumnya mengembang kala dia coba teliti arti dari alfatihah …. oh subhanallah

Lain waktu lagi dia mengirimkan ku sebuah sms di jam 1 pagi, kala tidak bisa tidur, apa yg dibaca kala tak bisa tidur, saat ku sarankan membaca 3 Surat terakhir di Quran ( Annas, Al Falaq, Al Ikhlas ) dan surat Kursi didalam Al Baqarah , tuliskan kan lah dalam bahasa indonesia agar mudah utk ku menghafalnya katanya dlm balasan sms nya … oh subhanallah

atau suatu hari dia bertanya adakah yang ku baca agar selamat dalam perjalanan, aku menyarankan bacalah basmallah dan doa naik kendaraan, dan doa naik kendaraan inilah yg mengantarkannya utk belajar Iqra , kaidah membaca Quran dengan bahasa Arab … oh subhanallah


Hingga Kabar itu datang hari ini , sebuah email dari dia, bln depan ia akan menggenapkan separuh diennya. Allah telah mempertemukannya dengan seorang mualaf asal rusia yang kini menetap di Seoul Korea , mereka bertemu disebuah mesjid di seoul dlm kajian utk muslim yg diadakan per pekan disana … Oh Subhanallah –
Barakallahu fik ya Ukhti

Tulisan ini ditulis dengan bendungan airmata dan byk tissue karena begitu bahagianya oooh terasa indah semua dalam skenario Allah. smoga Allah selalu menjaga mu, Ukh mendekapmu selalu dengan kasih sayang Nya yg maha Lembut

** utk Dhesti Barakallah ya ukh

Wangi Buku

Doeloe aku termasuk org yang cinta sekali dengan buku, dan hobby berlama lama ditoko buku , merangkak dari stand buku komik sampai dengan politik, dari komputer sampai dengan buku kesehatan hehe saking cintanya dengan buku or mungkin tepatnya baca buku gratisan I always think that bookstore is my second home hehehehe

My favorite bookstore adalah Gramedia Gatot subroto terletak di lantai di jalan Jend Gatot subroto Jakarta kalo sekarang di depan gedung UKM SMESCO namun kurang lebihnya 2 tahun lalu yang sedianya toko buku itu ada dilantai 2 Gedung itu sudah raib berganti dengan foodcourt .. hayyyahhh mungkin krn sepi jadinya Gramedia hengkang dari situ …

hiks sedih juga ya, pdhl di Gramed Gatsu inilah hampir tiap sabtu aku mengunjungi itu sekitar tahun 2002- 0r 2004an  mulai dari janjian dgn teman disini atau sekedar nyari inspirasi  ouw well krn dipikir tempatnya bener2 strategis ada salon rudi di lantai 1, hero supermarket di basement, foodcourt di lantai 1 dan toko musik dilantai 1 dan gramed di lt 2 tuh kan strategis ..

Anyway balik lagi soal buku dari sekian koleksi buku buku ku yang sudah melebihi dari rak buku alias overload capacity ditambah lagi koleksi buku suami juga  yg makin mmbuat sesak si Rak buku, hampir smua buku koleksi ku masih dilengkapi dengan  :

1. Barcode Label harga hehe ini kan nempel di plastik buku  dan buka2nya harus pelan2 utk mendptkan Barcode label yg muulusss knp ya hrs keukeuh nempelin Barcode label just remind me hrg buku pas dibeli hehehe kena inflasi ga ya xixixi

2. tgl beli ; ini wajib jg pastinya

3.note kuecil ;alasan beli buku biasanya sich aku suka kasih simple word gitu

4.Pembatas halaman; ah suka deh dgn bermacam pembatas halaman yg colorfull pastinya, sampai ada tmn yg hobby mbuatin buat aku :d

nah dari sekian buku2 itu koleksi itu ada buku paling lawas punya miswa yaitu buku yg judulnya dibawah naungan merahputihnya pak soekarno, nah tentang buku itu ada ceritanya tuh konon miswa bilang buku itu ada yang nawar 1 juta tapi ga dilepas karena alasan historisnya hehehe wuiiiih hebat euy  bukunya tuh lumayan besar dan tebal namun wanginya enak  mungkin krn kwalitas kertas dulu lebih baik dari skrg ya.

Yang Jelas kesininya wangi buku masih mengundang utk selalu dibuka, yup buku apapun itu pastilah tangan2 genius yang membuatnya, apapun bukunya dan apapun judulnya pastikan bahwa wangi buku bermanfaat utk selalu dibaca.

atau pun kedepannya buku yang berisi kertas sudah tdk jaman lagi krn sudah tdk ada pohon utk dijadikan kertas atau krn kecanggihan jaman hingga e-book lebih modern dibanding buku kertas .. 😀

 

*keep learning, bersama rintik hujan di senin malam

 

Menembus Garis Batas

Kisah kali ini berawal dari status seorang teman diFB bulan Desember tgl28 2011 kemarin  yang menginformasikan akan adanya pertemuan tokoh mualaf indonesia yang akan diadakan dimesjid Pondok Indah, Jakarta. tadinya sich aku baca status ini sambil lalu krn sesudahnya aku baca beberapa email teman2 yang isinya pemberitahuan info kajian ilmu di mesjid seputar Jakarta.

hingga siang hari seorang telpon mengabariku tentang ajakannya datang ke mesjid Pondok Indah , “lho kok tau sich ?” katanya diujung telepon.akhirnya setelah nunggu suami pulang  ( abis Magrib. Red) aku segera meluncur kesana  daaannnn ternyata subhanallah ….. ternyata antrian ibu2 yang mo masuk ke lantai dasar mesjid puanjaaangg sekaliii, alhamdulillah ya animo masyarakat tinggi batin ku dalam hati, saking bejubelnya aku sempatkan utk mengobrol dgn seorang ibu yang membawa putri kecilnya nya yang sama2 ikut berjubel …hehe senasib pikirku “wah, yang datang byk ya Bu?” katanya padaku ( Weks, emang tampang ku mirip ibu2 ya kok dipanggil ibu , teringat timbangan badan yg naik 2 kg hari ini ..hayyah oops hehe)  ” iya” balesku sekenanya. “Padahal saya cuma dpt dari info BB Lho sambungnya lagi .

Wah Subhanallah, kecanggihan teknologi semacam FB, BBm , or social network lainnya jg punya andil dalam penyebaran majelis ini , semoga yang menyebarkan pesan pesan kebaikan menjadi pahala yang mengalir utk yang menyebarkannya … aamiiiin

Ok balik lagi , so sampailah aku kedalam ruangan besar  diruang serba guna mesjid, wah karena yg datang byk ga mudah utk mendapatkan tmpat yg strategis , i mean yg deket sama panggung utama agar keliatan dgn para pembicaranya  yaitu tokoh2 mualaf indonesia .. setelah muter2 ruangan , aku mencoba menyusuri sayap kiri masjid, aha ketemu sama mualaf idolaku “ibu irena handono” hmfttt sempat bilang dlm hati aku harus nih foto sama beliau , namuuuun krn banyaknya jamaah yg dtg ga mungkin jg , pikir ku melihat kanan kiri.  aku sempat lihat byk org ingin berpose dgn beliau, sedangkan acaranya nya kan hampir dimulai  tepat setelah isya, 10 menit lagi , gmn caranya ya biar dpt sejepret aza … 😀

Singkat cerita tiba2lah saat yg ditunggu masing2 mualaf  memberikan tausiyah diantaranya adalah . Hj. Irena Handono,  H. Insan LS Mokoginta, Ust Syamsul Arifin Nababan, Subhanallah  cerita yang dihadirkan menggugahku utk mensyukuri Hidayah Allah atas keislaman ku ini .

Setelah Tausiyah  selesai ada acara pemberian tropi muallaf  dan yang tidak kalah serunya adalah ada seorang dari jamaah yang masuk islam yang diberi nama muhammad ihsan .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dan ini dia bonus Buku Gratisan dari Pertemuan mualaf itu 🙂

syahadat

Subhanallah barakallah ya akhi ..

Pastinya Muhammad Ihsan ini jadi artis dalam sekejab karena pada saat acara pengucapan syahadat ribuaan jamaah termasuk stasiun tv ( mmh lupa stationnya ) mengabadikan moment ini .

dan pastinya setelah moment ini pun ku manfaatkan sebaik2nya kala ribuan orang menyemuti  sang mualaf baru itu, aku nekad menerobos panggung sebelah kanan yang kebetulan kosong , tapi usaha kali ini tak berhasil karena kawanan pemburu berita alias wartawan siap mengerubungi ust Irena, dan sepertinya Reporter itu sudah siap dgn Corong mix nya … yahhh masa gagal sich pikir ku , namun apa boleh disangka , si Reporter asyik menggulung kabel krn tidak me-nye-rimpet  jamaah dan ini ku manfaat kan baik baik dan  ahaaa disana ku lihat ust. Irena tanpa pengawalan dan aku menyapanya , apa khabar ibu ? lama tak bertemu sapa ku terakhir kita bertemu di mesjid Sucofindo pasar minggu , ah subhanallah dia tersenyum dan pas kebetulan ada yang seorang anak perempuan yg melintas mba tolong fotoin dong, kataku memberikan kamera pocket ku dan ….jepret … ini dia pose ku 😀

Rida & Ustz. Irena Handono

 

 

 

 

 

 

 

Pastinya bertemu ustz. Irena one of the best moment in my life

Wassalam.Jakarta.06 Jan 2012