Charger

Hari ini dan 2 hari sebelumnya ga seperti biasanya aku “mangkal” dikantor suamiku ditebet, numpang space itulah kira2 . selain ada kerjaan dari kantor suami dalam rangka launch produk *produknya mmh kapan2 aja dibahas tapi emg ini indonesia punya deh 🙂

berawal dari semua keperluan yg digotong dr 1 lappie, 1 netbook, 1 kameradigital, 1 printer, 1 scanner, external hardisk dan macem2 tumpukkan berkas , kebayang dong beratnya isi tas ransel koe ..fuuuihhh untung bukan kursi n meja sekalian hehehe even itu dah dishare ke dlm kardus khusus printer n scanner tapi dirasa masih jg beratthh

Jadi setelah tiba di TKP aku iseng membuka2 apa yg 2 hari ini dah kubawa2 itoe hmmm restleting 1 ,3 macam brg lappie, netbook n kamdig aja kok , trus restleting ke 2 kumpulan charger …oh inilah yg membuat berat setelah dihitung jumlah charger yg dibawa lebih daripada 3
mari kita urutkan :
1.charger lappie acer
2.charger netbook hp
3.charger kamera nikon
4.charger / adaptor printer
5.charger blackberry
6.charger nokia
7.charger esia

Glekk itulah barang dgn charger-nya banyak nian ya, barang dan charger bisa di gambarkan dengan suami dengan istri mereka saling menyuport satu sama lain.

seperti kita tahu setiap barang membutuhkan sumber energi utk dpt berfungsi, bayangkan secanggihnya program data di laptop namun kl tidak didukung dgn batre yg ok, biar kerren ga bakal bisa “ON” dong .. gmn mo presentasi ke client ??!!

yuk kita sedikit merenung tentang charger charger yg biasa kita bawa, kalau dlm sbuah perjalanan panjang blackberry/ hp kita mati ditengah jalan sedangkan alat komunikasi itu penting utk kita ditelpon or menelpon dan itu krn batrenya yg habis, langkah pertama yg kita lakukan adalah menganti batre yg kosong dgn yg full, atau buru2 nyari charger portable atau yg terakhir kita akan berupaya nyari sumber listrik (stopkontak, Red) dgn membawa benda hitam n kabel hitamya itu khan ….

lalu kalo barang saja butuh charger lalu bagaimana dgn kita, seperti kita tahu utk py kondisi badan yg fit “full charge” , badan jg hrs ditunjang sama charger badan adalah makan yg cukup, istirahat yg cukup, olahraga yang cukup khan thoo.

lalu- lalu kalo sudah jasad/fisik/raga/badan yg sudah dicharge bagaimana dengan hati kita, jiwa kita, bukankah ia jg harus dicharge agar dapat bekerja dgn optimal, ga lemot, ga lola (loading lama), ga hang , ga mudah panas krn high temperature ..

lalu bagaimana kita berupaya keras mencharge hati kita, jiwa kita ? atau jangan2 selama ini kita tidak tahu kalo hati kita itu , jiwa kita itu kwalitas “batre”nya sudah uzur hingga ketika di charge malah tidak optimal menerima energi yg masuk atau kah jangan2 kita sibuk mencharge raga kita hingga kita mengabaikan bahwa hati jg perlu di charge.

RABBANA LA TUZIGH QULUBANA BA’DA IZ HADAITANA WAHAB LANA MIL LADUNKA RAHMAH, INNAKA ANTAL WAHAB.
YA TUHAN KAMI, JANGANLAH ENGKAU JADIKAN HATI KAMI CONDONG KEPADA KESESATAN SESUDAH ENGKAU BERI PETUNJUK KEPADA KAMI, DAN KARUNIAKANLAH KEPADA KAMI RAHMAT DARI SISI ENGKAU; KARENA SESUNGGUHNYA ENGKAU-LAH MAHA PEMBERI (KARUNIA)”.



*adzan ashar memanggil
Tebet 23 Feb 2012

Minor in Mayor

Tak jarang berada dalam situasi yang nyaman membuat kita terbuai untuk tidak mau beranjak dari kondisi tersebut, situasi nyaman kadang memang lebih melenakan, menidurkan potensi yg anda, sehingga kita ingin berlama lama dalam situasi yang nyaman, bukan !

Tak jarang pula situasi itulah yang menjadikan kita merasa enggan utk melejitkan potensi diri yang sebenarnya ada dalam diri kita , disadari atau tidak . hmmmmm

hmmmm salahsatu kondisinya nyaman tentunya oleh (oops mulai serius nih) lingkungannya, rutinitasnya, orang2 yang berkecimpung didalamnya, kesamaan cara pandang/pola pikir dan so on.

Dan disinilah aku sekarang hehe, dilingkungan yg membuat ku merasa aneh, gamis longgar, jilbab kebesaran, lengkap dgn manset tangan dan sarung kaki hihihi ya jelas aku merasa paling aneh dgn apa yg ku pakai sekarang , krn dikanan kiri bertebaran rok rok pendek yg sengaja dipertontonkan, rambut warna warni semprotan salon, gadget terbaru yg selalu dipegangan, kaki jenjang yg dibungkus stocking dan sepatu berhak tinggi ougggghhhh dan tidak heran pandangan mata yg mereka tebarkan, oh pandangan itu .. kenapa dengan mata2 mereka itu

Yah mungkin selama ini aku dikungkung dgn komunitas yg mbuat ku nyaman, teman2 seperjuangan, lingkungan yg menutup aurat , persamaan pandangan hidup, suasana yg membuat aku selalu merasa seperti ikan dalam aquarium ..

namun kala berada ditempat yg jauh dari nyaman dan merasa diminorkan , aku mulai merasa ada yang harus kuubah dari apa ku pikirkan , bukan merubah siapa aku dgn apa yg kupahami dng islam, namun dalam keberagaman dalam satu keadaan bukan serta merta kita kemudian luruh dan menyatu bersama mereka, bukan. menyatu namun bukan utk tergerus dan luntur . seperti sirop dan air namun lebih seperti air dan minyak dalam satu cawan yg sama , sama2 bersifat cair namun berbeda.

itulah pelajaran hidup yg kudapat hari ini , termasuk positivenya belajar bahasa mandarin langsung dari sumbernya .

@Bazar, Plaza Bapindo Jakarta
menjelang magrib