Merencanakan Hidup

Sebenarnya saat dulu aku SMP guru Pembimbingku pernah menyampaikan hal serupa sebuah bahasan yang menarik utk anak seusiaku saat itu, hihihi dulu saat aku ditanya apa cita2 ku dgn lugas ku jawab cita2 ku ingin jadi Arsitek, kala ditanya kenapa ? ku jawab lagi krn arsitek kan enak bisa gambar n tinggal tunjuk2 aja jawabku antusias hehehe ,

Nah kira kira seperti gambar diatas ini , diambil dari sini .

ikhwal kenapa waktu itu aku tertarik dgn arsitek, ide didasari oleh seorang tetangga ku yang berprofesi sebagai arsitek, di rumahnya yang persis disamping orangtuaku ada meja besar dgn penggaris “akbar” sesekali aku sering melihatnya berkutat sibuk mengerjakan gambarnya. pemandangan lain didalam rumahnya ada kertas kertas tipis yang ku kira kertas roti (setelah tahu ternyata namanya kertas stensil hehe ) sketsa gambar2 bangunan sudah bisa membuatku berdecak kagum oh itu ya gambar yg dibuat arsitek pikir ku saat itu hehe.

Biarpun sibuk dgn gambar2 dan hitung2an kala menggambar, Om Atin biasa aku memanggilnya tidak pernah pelit berbagi ilmu contohnya kalo ada pelajaran matematika, aku selalu setia menunggu dia pulang kerja untuk mengajariku kalo ada PR matematika hehe ga peduli malem sekali pun untungnya Om Atin ini selalu pulang diatas jam 5 sore jadi sebelum magrib PR ku sudah selesai hihihihi

Suatu hari ketika libur sekolah aku berkesempatan melihat Om atin berangkat ke kantor , aku sempat terheran2 dengan baju yang dipakainya Sepatu Booth setinggi Dengkul, Baju Berseragam dgn model langsung antara baju n celana jadi satu ( setelah tahu oow itu namanya warepack) , helm proyek dan tabung2 yg kata ibuku isinya gambar … hehe2 sambil mengamati dari jauh aku ber O ria .. ooo itu atribut kalau akan ke proyek.

dan mulai saat itu lah aku bercita2 menjadi Arsitek, hingga akhirnya saat menentukkan sekolah setelah SMP akan meneruskan ke SMA atau SMEA, aku malah memilih SMEA (kalo skrg jadi SMK) krn saat itu aku berpikir adalah SMEA adalah sekolah keahlian dan utk jadi Arsitek kan butuh ke ahlian jadi aku pilih SMEA, dan ternyata hal ini jg mbuat2 kaget tmn2ku “lhoo kok ga pilih SMA, da?” dan kusampaikan lah analisa ku dgn pilihan ku ,kontan mereka mengajakku mendiskusikan dgn Guru BP ku tapi terlambat karena Formulir pemilihan sekolah sudah ku sampaikan dan tidak bisa diganti lagi .

dan ketika hal ini diketahui oleh Om Atin , dia menyarankan aku utk tidak berkecil hati hehe toh bisa setelah SMEA aku bisa ikut UMPTN ( Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negri ) nanti pilih Tehnik Sipil atau Arsitek katanya hehe

dan akhirnya setelah perjuangan puanjajang Ujian SMP, selesai hasilnya alhamdulillah NEM ku tinggi hingga masuk ke dalam deretan SMEA negeri saat itu ..

namun berlanjutkah cita2ku menjadi Arsitek ?

Jawabnya Tidak hehe

ditengah jalan malah aku bercita2 jadi Reporter Berita, Wartawan

sementara itu aku ketika Aku mengambil diploma aku malah mengambil jurusan Akuntasi komputer, krn saat SMEA jurusan ku Akuntasi.

tapi minatku memang bukan di akuntansi kali yaa , selesai Diploma aku malah

menyelesaikan kuliah di Bisnis management hehehe

n kalo dirunut2 selama aku kerja di perusahaan swasta posisi ku yang pernah ku duduki adalah :

* Admin Internal Audit

* Admin Production

* PPIC (Planning Production Controlling)

* Service Scheduler

* Buyer

* Expediting

* Procurement

Nah lhooo jauh panggang dari api , kemana ya Arsitek yg dulu kucita2kan ??sebenernya peristiwa semacam ini bukan saja dialami oleh aku saja. aku malah pernah menemukan teller Bank malah lulusan Fakultas pertanian hehehe

Belajar dari pelajaran hidup itu membuatku menyadari bahwa merencanakan hidup, merencanakan masa depan sangatlah penting minimal kita py Standarisasi mau dibawa kemana hidup kita ini . ya thoo

Tandziimul-‘amali yuwaffiru nishful-waqti, pengelolaan pekerjaan itu mempersingkat separuh waktu kerja

Jika impian dan cita-cita sudah dicanangkan, dan kita sudah tahu apa yang harus dikerjakan, mulailah menjalankan apa yang harus anda kerjakan.

Pertanyaan yang datang kemudian, biasanya adalah, “saya harus mulai darimana ?”

Memulai dari mana terkadang memang menjadi kesulitan tersendiri saat kita ingin menggapai impian dan cita-cita kita. Menyadur iklan salah satu produk olahraga yang sangat terkenal, “just do it”, lakukan saja, apapun yang bisa kita lakukan sekarang. Tidak usah banyak pertimbangan apakah yang akan kita lakukan ini akan menghasilkan sesuatu yang produktif atau tidak, apakah nantinya bermanfaat banyak atau tidak, atau apakah kita bisa melaksanakannya atau tidak, tinggal lakukan saja.

Dengan mulai melakukan apa yang kita rasa paling mudah untuk dilakukan, lambat laun kita akan mengerti dan bisa mengukur sejauh mana pekerjaan yang sudah kita lakukan memberikan kontribusi pada apa yang akan kita bangun secara keseluruhan. Kita bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan serta terus menerus melakukan perbaikan terhadap proses yang sudah kita jalani. Pada

awalnya memang akan terasa sulit, tetapi seiring berjalannya waktu, apa yang kita lakukan akan menjadi jauh lebih mudah. Kemudahan itu terjadi karena semakin sering kita bekerja, kita akan semakin tahu apa yang harus kita kerjakan.

Al-‘amalu yaj’alu-ssha’ba sahlan”

Dengan mulai kerja akan menjadikan sesuatu yang sulit menjadi mudah

Jika kita berfikir dalam kerangka besar, memang sangat mungkin kita merasa bahwa apa yang kita cita-citakan itu sangat berat untuk bisa dicapai. Namun, jika kita bisa membaginya dalam bagian-bagian yang kecil, beban itu bisa dibagi secara lebih panjang sehingga terasa lebih ringan.Ambil contoh, kita ingin membeli rumah seharga Rp 500 juta. Jika kita berfikir harus menyediakan saat ini juga uang sebesar itu, mungkin akan terasa sangat berat. Tetapi jika kita berfikir bahwa beban Rp 500 juta itu bisa dibagi dalam 10 tahun, misalnya, impian itu bukan mustahil untuk kita dapatkan. Artinya, dengan menabung sedikit demi sedikit , kita bisa mengumpulkan uang sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Pemahaman dan cara berfikir semacam itu harus menjadi bagian tak terpisahkan dari diri kita jika kita ingin mencapai kesuksesan, karena sebuah cita-cita atau pun impian bisa menjadi beban mental yang berat jika kita berpikir harus mencapainya secara langsung. Tetapi, dengan membaginya menjadi bagian-bagian yang kecil dengan proses yang terus berlangsung untuk mencapainya, beban itu kan menjadi jauh lebih ringan.Selain itiu, pekerjaan yang dikerjakan secara instan bisaanya tidak bisa menghasilkan hasil kerja yang maksimal. Sebaik-baik pekerjaan adalah yang dihasilkan secara terus menerus dalam proses yang berjalan sesuai dengan arah yang ditentukan.

Khoirul a’mali ma qalla wa dalla

Sebaik-baik pekerjaan adalah yang sedikit dan terarah

*sebagian dikutip dari artikel http://www.bajupoeti.com



Iklan

Yaa Bunnaya

Susah payah aku menahan air mata ku utk tidak tumpah, mencari 1001 alasan agar air disudut mata ku tidak jatuh, kulamatkan doa2 panjangku dalam tunduk kepasrahanku, ku susun puing2 harapan ku lagi namun akhirnya pertahanan ku roboh jg tanpa terasa kacamataku sudah berembun dan loloslah satu persatu airmata ku tanpa bisa dicegah lagi … aku pun roboh.


Menginginkan mu, Nak bagiku adalah mimpi2 yang dilatih dgn kerinduan,cinta, doa dan asahan rasa. seruak rasa itu adalah fitrah melodi paling indah yang dikaruniakan Allah pada ku, kesempurnaan sebagai seorang perempuan.

Mengandungmu, Nak.
Untuk selalu tumbuh dalam rahimku dari hari ke hari memang itu inginku,
merasakan degup jantungmu, mengenalkan mu rasa yang ku rasa pun itu juga inginku, Nak.

Merasakan kau bergulat di perut ku
Membelaimu
menyenandungkan murojaah Quran kelak itu akan menguatkanmu
membacakan mu kisah2 shalafus shaleh melatihmu akan keteladanan dimulai dari kandungan

Ya bunnaya
aku ingin mengenalkanmu banyak hal, Nak
aku ingin mempersiapkanmu sedini mungkin
akan pentingnya ilmu “minal mahdi ilal lahdi”


namun
Allah menghendaki lain, nak
ya Allah menghendaki lain

semudah Allah menciptakan mu dalam rahimku
semudah itu pula Allah meminta mu kembali padaNya

Maafkan Ibu, Wahai Jundiku

Semoga dalam keabadian Kelak,
Allah akan mempertemukan kita
Genggam tangan ibu, Nak.
Jangan lepaskan
kau dikiri dan kakak mu dikanan
beriringan



رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَةً طيِّبةً, اِنّكَ سَمِيْعُ الدّعَاءِ
Robbi hablii milladunka dzurriyatan thoyyibatan, innaka samiiud du’aa

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik, Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a” (Qs. Ali Imran 3:38)