Innallaha ma ana

Seorang teman mengirimkan sebuah foto ini, yang sontak membuat mataku panas dan menyaksikan wajah kecil yang terpapang di monitor gadgetku ,  dari gambarnya yang kirimkan ia  menerangkan :

” Usianya baru 5thn , ibu, ayah dan saudara2nya tewas mengenaskan karena serangan bom Israel yang jatuh persis didepan bangunan rumahnya di pinggiran kota Gaza, Lirihnya ” Jadikanlah mereka syahid diJalan Mu ya Robbana” haru biru ia menahan agar tangisnya tak pecah.

Gaza sebuah kota dipalestina yang luluh lantak, wakil dari PBB yang pernah datang mengunjungi Gaza, kota ini tidak layak huni hingga 2020, embargo yang dilakukan oleh pihak Israel dan Amerika mengakibatkan lumpuhnya perekonomian disana. sektor2 pertanian pun lumpuh, tingkat pengangguran yang tinggi, belum lagi agresi militer yang dilakukan israel yang kerap memakan korban diantaranya sipil yang terdiri dari anak2 tak berdosa, wanita,orang tua yang sudah tak terhitung jumlah. menyumbangkan darahnya di kota Gaza tercinta, utk sejengkal tanah yg harus dipertahankan dibumi palestina, bumi para nabi, yang subur oleh darah para mujahid yang syahid membela tanah airnya.

“allahummanshur lil mujaahidiina fi filisthiiin ”