Ooops maafkan

aku pikir kedekatan kami, yang terjalin dari usiaku 7 tahun hingga usia berkepala 3 ini dapat merekatkan hubungan kami. 😦

cropped-img03116-20110220-1930.jpg

Dan kupikir hubungan kami yang terjalin selama ini, bisa mengeratkan jalinan ini, jalinan yang lebih bahwa :

  • kami bertetangga sedari kecil
  • kamipun lahir ditahun yang sama
  • kami memulai segalanya bersama dari mulai belajar naik sepeda, latihan memanjat pohon jambu biji, terjatuh kala main petak umpet, dan kenangan masa kecil lainnya
  • Hingga kami tumbuh dan besar bersama dan sekolah bersama
  • Saat Ayah meninggal dunia, ketika ia masih duduk di kelas 2 SD, dan ibunya harus menanggung nafkah ke 12 orang anak2nya.
  • Pun ketika aku dilamar calon suamiku saat itu, dia yang paling sibuk membantu menyiapkan kedatangan keluarga calon suamiku
  • Pun ketika orangtua ku melaksanakan resepsi pernikahan di rumah, hingga merepotkan  tetangga 1 gang,rumahnya pun dijadikan base untuk dapur umum,
  • setelah ku menikah tak jarang dia datang ke rumah, Kala bingung dgn tugas kantornya krn excel yang belum dikuasainya
  • aku orang yang pertama tahu, saat dia mempunyai notebook baru pemberian gratis seorang kerabatnya.
  • atau ketika dia  kini memiliki sepeda motor baru,  pemberian dari sebuah lembaga tempat dia bekerja, aku tahu
  • Tiap ahad, aku dan suamiku berkunjung kerumahnya krn suamiku mengajar bimbingan untuk ke dua kakak perempuannya.

hingga suatu malam jam 3 pagi sebuah sms yg dikirim dari no nya muncul di hp ku  yang isinya aku dianggap lancang karena membuka tas nya tanpa sepengetahuannya 😦 glek

Aku kira “surprise” yang ku berikan kedalam tas nya tadi siang, akan berbuah suatu ucapan terimakasih, karena aku tahu dia sangat menginginkan hadiah itu namun nyatanya tidak sama sekali.

Dia marah luarbiasa, karena dianggapnya aku ini tidak menggunakan adab yang baik membuka tas orang tanpa izin terlebih dahulu,

sebegitu marahnya hingga dia menyengajakan diri mengirimkan sms di pagi buta, tanpa memedulikan hadiah yang ku beri di dalam tasnya.

Glek #

aku shock, diluar perkiraan ku, aku biarkan dirinya menyalahi diriku, tanpa pernah aku membeladiriku, ku kirimkan 4 kata maaf, dan berjanji tidak ku ulangi lagi padanya 😦  * keluh

Ya memang kalau ditinjau dari berbagai norma aku tetaplah salah, ” aku membuka tasnya tanpa sepengetahuannya “, meski itu sebagai jalan untuk memberinya hadiah, surprise kecil ” 😦

Ya aku tetap salah, hubungan kami yang terjalin selama ini, tak membuat hal itu diperbolehkan, meski mungkin aku bisa mengeluarkan dalih ” iya masa sich ga percaya sama aku, qt kan teman kecil, ga mungkin lah aku mengambil barang yang ada ditas mu, maksudku kan baik memberi “surprise”

Ya tetap saja salah, dengan tulus aku meminta maaf, kedekatan kita selama ini bukan berarti aku bebas membuka tanpa izin  yang bukan milikku.

 

* menginsyafi diriiii Astagfirullahal adzim

 

Iklan

Direntangnya waktu

IMG03206-20110309-1735

Terkadang dalam hidup ini, kita dipertemukan oleh orang orang yang AllahSWT hadirkan untuk mengetuk hati kita, ya pertemuan dengan orang orang yang mungkin hanya sekali saja,dalam hidup kita, lhoo kenapa bisa sekali saja ? entah karena lupa saling menukar no telpon atau alamat. tak jarang dalam suatu persinggahan sesaat seperti dibandara kala menunggu pesawat take off, diteminal bus, di halte bus, stasiunkereta , di rumahsakit, di apotik, di kantor pos, di kantor imigrasi dan banyak lagi.

Berawal dari sebuah obrolan sederhana,Tak kala sedang mengurus paspor di kantor imigrasi, aku berkenalan dengan perempuan disebelahku karena secara kebetulan No antrian kami berurutan, ketika ku tanya alasan apa membuat paspor, dia malah tertawa , hahahaha. benar2 di luar ekpektasiku,

” saya ingin liburan kemana gitu,mba ! jawabnya singkat .

aku mahfum sekali  dengan jawab beliau.karena banyak orang dijakarta ini yang butuh liburan, sekedar rehat sejenak dari rutinitas.

” saya ingin kayak orang orang mba, yang bisa menikmati hidup, bisa jalan jalan keluarnegri, meski itu cuma ke KL ato ke Singapur, yang penting dah ngerasain rasanya istirahat sebentar ” katanya menambahkan.

“saya ini single parent, anak saya 1, Mba. saya dikhianatin sama suami saya yang nikah dengan sahabat saya sendiri. padahal saya tuh ngurusin ibunya dia yang tua renta, tapi tega teganya dia nikah tanpa pengetahuan saya, malah dia ninggalin saya dgn membawa kabur celengan dan tabungan saya ” katanya lagi tanpa malu malu.

“saat ini mba aktivitas nya apa ? kerja dimana ? tanya saya mengalihkan pembicaraan.

“saya kerja kantoran, mba. administrasi diperusahaan cargo, udah 3 tahun ” lanjutnya lagi sambil memperbaiki letak duduknya.

Kerja kantoran, oh dalam hati ku.

sebuah jabatan yang menurut penuturannya waktu itu sangat kerren, prestise, cakep, membanggakan. bekerja dikantoran.

Tiap hari dengan detil dan cekatan dia selalu mempersiapkan keperluan suaminya utk berangkat kekantor, sepatu yang kinclong disemir, baju dan celana rapi, bersih dan harum hasil setrikaan,  plus sarapan pagi dsb, hampir tiap hari suaminya berangkat pagi dan pulang malam.

“saban saya tanya kalo telat pulang malam diatas jam 11?” selorohnya

“Suami saya itu bilangnya Opertem (overtime = lembur) atau miting (meeting )” katanya lagi. saya mah percaya aja, mbak. Pan kalo saban kali dia opertem ama miting berarti dia sibuk, berarti emang dia pekerja keras, khan ? tapi ga taunya saya salah mba, opertem dia malah ga dikantor malah sibuk ngapel ke rumah sahabat saya itu ” katanya datar tanpa ada raut sedih diwajahnya .

“nah gantian sekarang jadi orang kantoran,saya kerja dikantor yg sekarang dibawa ma tetangga saya, Mba. dan tiapharinya saya ga opertem,saya datang jam 7 ,pdhal masuk kantor jam 8 . biar bisa pulang jam 5  masakin anak2 saya” lanjutnya.

“orang seperti saya gini, biar rendahan juga berhak bahagia kan, mba. saya mah ikhlas ditinggalin suami dan ga dinafkahin, yang penting sekarang anak saya aja, saya pengen dia jadi “orang”,

“makanya saya  pengen jalan jalan keluarnegri, biar bisa ngerasain jadi orang kaya sebentar” katanya dgn nada semangat sambil mengakhiri cerita hidupnya.

aku pun tersenyum mendengar penuturan polosnya, ya setiap orang berhak bahagia, Mba kataku sambil menggamit tangannya.

Tak terasa nomor antrian ku dipanggil, aku pun pamit pada mba Dian, menuju loket penerimaan dokumen imigrasi, setelah kurang lebih 10 menit menyelesaikan urusan ke loket itu.

ku edarkan pandangan pada orang orang yang masih mengantri untuk kursi panjang ruang tunggu , namun tak ku temukan Mba dian disana, mungkin dia sudah pulang dan kami pun berpisah tanpa sempat bertukaran No Telepon.

Tak tahu dan kapan bisa bertemu  Mba Dian lagi  , sosok single parent yang baru saja ku kenal  di kantor imigrasi ,memberi cerita hikmah bahwa kadang kita harus merelakan setiap kepahitan hidup yang kita pernah hadapi untuk berani melangkah kedepan tanpa adapun sedikit dendam, merelakan, melupakan dan untuk memaafkan. dan setiap orang berhak bahagia atas apapun juga yang melanda jiwa .

**************

Bertepatan dengan hari ini hari wanita international yang jatuh tanggal  8 Maret 2013, smoga cerita  tentang mba Dian bisa menginspirasi kita  tentang ketangguhan seorang wanita, ya mungkin cerita mba Dian tidak syarat akan ke pahlawanan namun setidaknya ceritanya bisa menguatkan kita utk berani melangkah dgn berani.

Sejarah sudah mencatat kehebatan2 wanita yang pernah Allah lahirkan di jamannya, para shohabiyah, wanita Agung Khadijah al Qubro nan Mulia “Penyemangat yang santun, bersahaja”, Aisyah binti abubakar “si cantik ,pintar , penghafal 3000 hadits “,  dan masih banyk lagi

Mba Dian, terus lah semangat dimanapun dirimu berada, smoga Allah memberikanmu banyak kebaikan untukmu selalu  🙂