Menuju story telling for palestine kids

sebuah broadcast masuk ke bbm informasi tentang audisi story telling for palestine kids yang diadakan di Tanggerang, aku segera mengontak Pic yang dimaksud  untuk menanyakan, adakah tempat audisi di Jakarta, butuh 2 hari  Ibu Kinkin Anida demikian Pic itu berjanji akan menginformasikan tentang audisi di Jakarta jam 23.00 malam dia membalas sms konfirmasiku.

dan ternyata Pagi nya aku dapat informasi tentang Story Telling audisi Jakarta, bukan dari sang Pic Ibu kinkin malahan  dari teman Al hikmahku mba Yayu , subhanallah jawaban dari tangan tangan Allah yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya.

yah dah upload foto tapi gambarnya kok ga muncul2 dengan keterangan gagal 😦 koneksi kah.

 

Singkat cerita aku pun menghubungi Panitia Audisi Jakarta by sms, untuk registrasi, aku sempat berfikir apa ya modal ku untuk story telling nanti, jujur saja aku belum pernah ke Gaza, jangan kan ke Gaza ke berbatasannya pun kesana belum sama sekali, selama ini informasi tentang Gaza banyak ku dapat di buku buku,internet, kajian ilmu tentang palestine, atau ceramah yang sengaja ku save di internal hardisk ku.

Dan serta merta jawaban itu datang, ebuah paket bersampul kertas coklat dengan tujuan namaku hah dari dokter Prita, kaget ku pas ku buka ternyata isinya buku  berjudul ” membalut luka Gaza” dan sebuah kalender ” subhanallah

Wah buku ini bisa menjadi referensi ku untuk acara story telling nanti, sungguh didunia ini tidak ada yang kebetulan sama sekali kecuali Allah SWT yang maha mengaturnya .

 

no Plastic ,Please

Go Green  .. yup konsep hidup yang selama ini sudah sering kita dengeer, tapi sudahkah kita menjadi bagian dari Go green itu sendiri, sebatas konsep kalo tidak diaplikasikan ya hanyalah sebuah wacana aja .

Ok lah mulai dari yang paling deket kita aja yaitu penggunaan plastic, hayyah .. di jakarta sendiri plastik itu menyumbang hampir 75% sampah , karena limbah plastik tidak bisa diurai, jadi biasakan membawa tas berbahan ya, wherever you go, contoh  paling deket ke tukang sayur langganan didekat rumah deh, itu tuh kalo pulang dari tukang sayur , plastiknya banyak banget dari plastik tentengan, plastik ayam, cabe, tempe bla bla.. iya juga sich kebiasaan ku  kalo ketukang sayur main ngibriiiit aja cuma modal dompet, dari pada gunungan plastik kresek menumpuk lebih baik,  mending bawa wadah plastik tupp*rw*re  aja kalo mo beli, bahan yang basah …. ( think to my self) .. repot sich tapiiiii qt kan juga harus berfikir utk keberlangsungan anak cucu qt kedepan agar ga konsumtif ma penggunaan plastik.

aih jadi inget cerita Mbak Diana kalo diluarnegri tuh kalo konsumen pas makan bawa wadah sendiri ( maklum disana kan wadah makanan pakai wadah plastik or kertas) maka si pembawa wadah makanan tsb akan diberi discount 10% oleh restoran  …wuihhh saluuuut produsen makanan disana dah sadar sampah lhooo … tapi kalo diindonesi itu belum berlaku buktinya kalo makan di sebuah resto siap saji yang terpampang adalah :DILARANG MEMBAWA MAKANAN DAN MINUMAN DARI LUAR  .. xixixixixi nah lhoooo gmn coba tuh ?

 

If tommorow never come

Siang  itu aku ada janji dengan calon klien disebuah cafe di bilangan Jakarta Selatan, tampak ruangan cafe masih lengang dan sepi hanya pojok pojok ruangan hanya diisi oleh pengunjung yang datang, wajar karena jam lunch sudah lewat 3 jam yang lalu, pikir ku. Posisi ku menunggu saat itu memang cukup enak utk melihat situasi sekitar, sesekali aku mengedarkan pandangan ke arah luar ya ,pemandangan lalu lalang mobil di sebelah kiriku yang dibatasi kaca yang besar. sayup sayup terdengar suara Ronan keating mengalun mengisi kesenyapan kala menunggu

If tomorrow never comes

Will she know how much I loved her

Did I try in every way

To show her every day

dan Jleb ” If tommorow never comes”  sudah  kah saya melakukan yang tebaik hari ini.  sudahkah saya mengukir senyum diwajah pasangan saya bila esok Allah SWT tidak memberikan saya kehidupan lagi, untuk bernafas lagi .

dan saya seakan sedang menonton kilahan film kehidupan saya,menerawang sendiri tentang apa yang sudah saya lakukan sampai detik ini, tentang hari hari yang saya isi dan berlalu seakan begitu saja.

If tommorow never comes, akahkah saya sudah melakukan sesuatu yang maximal  untuk pasangan, orangtua, adik kakak, sahabat, teman, tetangga, para guru, mitra bisnis, karyawan dsb  …

setidaknya mereka mengenal saya sebagai orang yang baik , mungkinkah …

DSC03212

Program ODOJ

Berawal dari suatu keinginan kecil untuk mengajak beberapa muslimah  konsisten tilawah 1 juz perharinya, program ini ku buat.

Tepatnya tgl 19 Maret 2013 kemarin, setelah ku kirim broadcast message tentang  ajakan itu ga disangka responnya cepat sekali, alhamdulillah terkumpul 45 orang dari 200 contact name yang ku sebar.

ODOJ

 

1 Group harus berisi 30 Orang sesuai dengan banyaknya Juz dalam Alquran, dan kubuat Group di Bb. namun ada beberapa teman yang tidak mempyi BB konfirmasi dilakukan dgn sms , dan  sesuai namanya ODOJ yang arti kepanjangan dari One Day One Juz , setiap peserta diharapkan dapat menyelesaikan 1 juz seharinya ,  dan perharinya juz yang dibaca akan berurutan keesokkan hari inya, contoh kalo hr ini juz 1, esoknya juz 2 dan seterusnya  dan diharapkan dalam dalam sehari kita khatam secara berjamaah,waktu untuk menyelesaikan Tilawahnya  cukup panjang mulai dari ba’da shubuh sampai dengan jam 22.00 report terakhir.  dan apabila ada peserta yang uzur syar’i/haid dan tidak tilawah maka biasanya Juz nya akan dilelang dijadikan “poin amal sholih” dan diperebutkan bagi teman2 yang sudah menyelesaikan targetnya 1 juz .

awalnya banyak beberapa teman yang menyangsikan apa bisa sehari selesai 1 juz dalam sehari ? beberapa nada pesimistis ? kalo udah begini biasanya aku akan kasih beberapa “jurus”  seperti “kita ga pernah tau, kalo kita ga nyoba kan “, ” masa baca novel 300 lembar sehari sanggup , ini baca al quran 1 juz atau sama dengan 10 halaman , ga sanggup 🙂 , atau masa update di socmed,bisa . ini kok update Quran ga bisa ? atau  biasanya mereka minta trik management waktu , agar sambil kerja tapi bisa selesai  1 juz (biasanya ini buat temen yang aktivitasnya sbg pekerja kantoran) ku beri saran  membaca dalam perjalanan di kantor, memanfaatkan waktu setelah shalat, saat mengantri dibank, saat menanti meeting dsb .

dan hasilnya Subhanallah, berikut testiomoni :

Fara yang memanfaatkan waktunya utk tilawah diperjalanan pulang kantor

Screen_20130328_211132ada yang ga menyangka dapat menyelesaikan 1 juz sehari dan juga peserta yang jadi termotivasi lagi ingin cepat ikutan odoj lagi.

Screen_20130320_215916Screen_20130328_211352

semangat ibu hamil ikutan program ODOJ

Screen_20130320_215822

dan ternyata ada apresiasi jga dari Gubernur Jabar 🙂

Screen_20130321_092624

dan subhnallah meskipun odoj ini baru berjalan beberapa pekan tapi antusiasme nya luar biasa terbukti dari 3o orang yang masuk di Group 1 yang kubuat sudah menelurkan beberapa Group ODOJ yaitu Group ODOJ Bandung dan Palembang, untuk yang belum terbiasa malah lama membaca Quran ada di Bandung yang membuat OWOJ – One Week One Juz –

Semoga kedepannya akan muncul lagi Group ODOJ baru yang dapat meningkatkan rasa kecintaan umat islam pada Quran, kalam ilahi.

“bacalah quran kelak ia kan datang kepadamu di akhirat nanti dgn membawa Syafaat ” ( HR Muslim)

Jaddiii  ga ada alasan buat ga tilawah dong ? 🙂

hayya binna

Ooops maafkan

aku pikir kedekatan kami, yang terjalin dari usiaku 7 tahun hingga usia berkepala 3 ini dapat merekatkan hubungan kami. 😦

cropped-img03116-20110220-1930.jpg

Dan kupikir hubungan kami yang terjalin selama ini, bisa mengeratkan jalinan ini, jalinan yang lebih bahwa :

  • kami bertetangga sedari kecil
  • kamipun lahir ditahun yang sama
  • kami memulai segalanya bersama dari mulai belajar naik sepeda, latihan memanjat pohon jambu biji, terjatuh kala main petak umpet, dan kenangan masa kecil lainnya
  • Hingga kami tumbuh dan besar bersama dan sekolah bersama
  • Saat Ayah meninggal dunia, ketika ia masih duduk di kelas 2 SD, dan ibunya harus menanggung nafkah ke 12 orang anak2nya.
  • Pun ketika aku dilamar calon suamiku saat itu, dia yang paling sibuk membantu menyiapkan kedatangan keluarga calon suamiku
  • Pun ketika orangtua ku melaksanakan resepsi pernikahan di rumah, hingga merepotkan  tetangga 1 gang,rumahnya pun dijadikan base untuk dapur umum,
  • setelah ku menikah tak jarang dia datang ke rumah, Kala bingung dgn tugas kantornya krn excel yang belum dikuasainya
  • aku orang yang pertama tahu, saat dia mempunyai notebook baru pemberian gratis seorang kerabatnya.
  • atau ketika dia  kini memiliki sepeda motor baru,  pemberian dari sebuah lembaga tempat dia bekerja, aku tahu
  • Tiap ahad, aku dan suamiku berkunjung kerumahnya krn suamiku mengajar bimbingan untuk ke dua kakak perempuannya.

hingga suatu malam jam 3 pagi sebuah sms yg dikirim dari no nya muncul di hp ku  yang isinya aku dianggap lancang karena membuka tas nya tanpa sepengetahuannya 😦 glek

Aku kira “surprise” yang ku berikan kedalam tas nya tadi siang, akan berbuah suatu ucapan terimakasih, karena aku tahu dia sangat menginginkan hadiah itu namun nyatanya tidak sama sekali.

Dia marah luarbiasa, karena dianggapnya aku ini tidak menggunakan adab yang baik membuka tas orang tanpa izin terlebih dahulu,

sebegitu marahnya hingga dia menyengajakan diri mengirimkan sms di pagi buta, tanpa memedulikan hadiah yang ku beri di dalam tasnya.

Glek #

aku shock, diluar perkiraan ku, aku biarkan dirinya menyalahi diriku, tanpa pernah aku membeladiriku, ku kirimkan 4 kata maaf, dan berjanji tidak ku ulangi lagi padanya 😦  * keluh

Ya memang kalau ditinjau dari berbagai norma aku tetaplah salah, ” aku membuka tasnya tanpa sepengetahuannya “, meski itu sebagai jalan untuk memberinya hadiah, surprise kecil ” 😦

Ya aku tetap salah, hubungan kami yang terjalin selama ini, tak membuat hal itu diperbolehkan, meski mungkin aku bisa mengeluarkan dalih ” iya masa sich ga percaya sama aku, qt kan teman kecil, ga mungkin lah aku mengambil barang yang ada ditas mu, maksudku kan baik memberi “surprise”

Ya tetap saja salah, dengan tulus aku meminta maaf, kedekatan kita selama ini bukan berarti aku bebas membuka tanpa izin  yang bukan milikku.

 

* menginsyafi diriiii Astagfirullahal adzim

 

Direntangnya waktu

IMG03206-20110309-1735

Terkadang dalam hidup ini, kita dipertemukan oleh orang orang yang AllahSWT hadirkan untuk mengetuk hati kita, ya pertemuan dengan orang orang yang mungkin hanya sekali saja,dalam hidup kita, lhoo kenapa bisa sekali saja ? entah karena lupa saling menukar no telpon atau alamat. tak jarang dalam suatu persinggahan sesaat seperti dibandara kala menunggu pesawat take off, diteminal bus, di halte bus, stasiunkereta , di rumahsakit, di apotik, di kantor pos, di kantor imigrasi dan banyak lagi.

Berawal dari sebuah obrolan sederhana,Tak kala sedang mengurus paspor di kantor imigrasi, aku berkenalan dengan perempuan disebelahku karena secara kebetulan No antrian kami berurutan, ketika ku tanya alasan apa membuat paspor, dia malah tertawa , hahahaha. benar2 di luar ekpektasiku,

” saya ingin liburan kemana gitu,mba ! jawabnya singkat .

aku mahfum sekali  dengan jawab beliau.karena banyak orang dijakarta ini yang butuh liburan, sekedar rehat sejenak dari rutinitas.

” saya ingin kayak orang orang mba, yang bisa menikmati hidup, bisa jalan jalan keluarnegri, meski itu cuma ke KL ato ke Singapur, yang penting dah ngerasain rasanya istirahat sebentar ” katanya menambahkan.

“saya ini single parent, anak saya 1, Mba. saya dikhianatin sama suami saya yang nikah dengan sahabat saya sendiri. padahal saya tuh ngurusin ibunya dia yang tua renta, tapi tega teganya dia nikah tanpa pengetahuan saya, malah dia ninggalin saya dgn membawa kabur celengan dan tabungan saya ” katanya lagi tanpa malu malu.

“saat ini mba aktivitas nya apa ? kerja dimana ? tanya saya mengalihkan pembicaraan.

“saya kerja kantoran, mba. administrasi diperusahaan cargo, udah 3 tahun ” lanjutnya lagi sambil memperbaiki letak duduknya.

Kerja kantoran, oh dalam hati ku.

sebuah jabatan yang menurut penuturannya waktu itu sangat kerren, prestise, cakep, membanggakan. bekerja dikantoran.

Tiap hari dengan detil dan cekatan dia selalu mempersiapkan keperluan suaminya utk berangkat kekantor, sepatu yang kinclong disemir, baju dan celana rapi, bersih dan harum hasil setrikaan,  plus sarapan pagi dsb, hampir tiap hari suaminya berangkat pagi dan pulang malam.

“saban saya tanya kalo telat pulang malam diatas jam 11?” selorohnya

“Suami saya itu bilangnya Opertem (overtime = lembur) atau miting (meeting )” katanya lagi. saya mah percaya aja, mbak. Pan kalo saban kali dia opertem ama miting berarti dia sibuk, berarti emang dia pekerja keras, khan ? tapi ga taunya saya salah mba, opertem dia malah ga dikantor malah sibuk ngapel ke rumah sahabat saya itu ” katanya datar tanpa ada raut sedih diwajahnya .

“nah gantian sekarang jadi orang kantoran,saya kerja dikantor yg sekarang dibawa ma tetangga saya, Mba. dan tiapharinya saya ga opertem,saya datang jam 7 ,pdhal masuk kantor jam 8 . biar bisa pulang jam 5  masakin anak2 saya” lanjutnya.

“orang seperti saya gini, biar rendahan juga berhak bahagia kan, mba. saya mah ikhlas ditinggalin suami dan ga dinafkahin, yang penting sekarang anak saya aja, saya pengen dia jadi “orang”,

“makanya saya  pengen jalan jalan keluarnegri, biar bisa ngerasain jadi orang kaya sebentar” katanya dgn nada semangat sambil mengakhiri cerita hidupnya.

aku pun tersenyum mendengar penuturan polosnya, ya setiap orang berhak bahagia, Mba kataku sambil menggamit tangannya.

Tak terasa nomor antrian ku dipanggil, aku pun pamit pada mba Dian, menuju loket penerimaan dokumen imigrasi, setelah kurang lebih 10 menit menyelesaikan urusan ke loket itu.

ku edarkan pandangan pada orang orang yang masih mengantri untuk kursi panjang ruang tunggu , namun tak ku temukan Mba dian disana, mungkin dia sudah pulang dan kami pun berpisah tanpa sempat bertukaran No Telepon.

Tak tahu dan kapan bisa bertemu  Mba Dian lagi  , sosok single parent yang baru saja ku kenal  di kantor imigrasi ,memberi cerita hikmah bahwa kadang kita harus merelakan setiap kepahitan hidup yang kita pernah hadapi untuk berani melangkah kedepan tanpa adapun sedikit dendam, merelakan, melupakan dan untuk memaafkan. dan setiap orang berhak bahagia atas apapun juga yang melanda jiwa .

**************

Bertepatan dengan hari ini hari wanita international yang jatuh tanggal  8 Maret 2013, smoga cerita  tentang mba Dian bisa menginspirasi kita  tentang ketangguhan seorang wanita, ya mungkin cerita mba Dian tidak syarat akan ke pahlawanan namun setidaknya ceritanya bisa menguatkan kita utk berani melangkah dgn berani.

Sejarah sudah mencatat kehebatan2 wanita yang pernah Allah lahirkan di jamannya, para shohabiyah, wanita Agung Khadijah al Qubro nan Mulia “Penyemangat yang santun, bersahaja”, Aisyah binti abubakar “si cantik ,pintar , penghafal 3000 hadits “,  dan masih banyk lagi

Mba Dian, terus lah semangat dimanapun dirimu berada, smoga Allah memberikanmu banyak kebaikan untukmu selalu  🙂

 

Keceplung Cita Cita

Matahari dan udara yang sejuk mengantarkan aku kerumahnya, sabtu pagi itu. aku sedang santai karena biasanya lepas dari rutinas sabtu setoran hafalan Quran di alhikmah aku akan berburu waktu utk mengaji di daerah kalibata, tapi hari itu, mengaji dipindah hari Ahad. jadi aku mengiyakan saja tawaran seorang teman utk berkunjung kerumahnya dibilangan mampang prapatan.

sungguhnya Yaa mengisi waktu dgn “rutinas sabtu yang tidak biasa” silaturahim ke teman yg 4 tahun belakangan ini ku kenal tapi kurang ku akrabi, jadi bolehlah hari ini aku bersantai atau sekedar mendengar cerita teman. Ada begitu banyak yang bisa dipetik ketika kita menjadi pendengar . Mendengar cerita orang lain seolah begitu kaya pengalaman.semakin banyak kita mendengarkan semakin terampil kita memahami kejadiaan .. ehmmmm

Benar saja tiba dirumahnya , sepi. Bapak dan ibu sedang pergi menunaikan ibadah haji, dan tinggalkan dia dirumah sendiri.

” Tak terbayang oleh ku mba, jadi dokter seperti sekarang ini” ujar Inez sambil menyuguhkan air botolan yang di ambil dari kulkas. memulai ceritanya

aku pun tertawa. tak kusangka gadis cerdas nan riang dihadapanku yang baru saja pulang dari PTT 2 bulan di halmahera setelah menyelesaikan kuliah nya di FKUI ternyata punya kisah kebimbangan juga.

“Ya, awalnya aku masuk ke FKUI krn kecemplung Taruhan Mba”, sambungnya menyembunyikan tawanya.

“dulu waktu aku SMA, ada Genk disekolah bernama “Sweetme “yang menyatakan diri bahwa mereka akan masuk FKUI, isi Genk itu adalah cewek2 cantik, gaul, pintar yang sombong banget. pokokenya mereka tuh alergi banget ma aku yang katanya cupu ini katanya aku ini ga ada bau2 nya utk masuk FKUI” ceritanya semangaat

“maka pada saat mengisi form aku sengaja memilih FKUI sebgai pilihan pertama, dan FK lainnya di kampus yang berbeda tapi msh di jawa ” sambungnya

“aku sich sempat ragu mba, apa bisa aku msk FKUI sementara kalo dilihat rangkingku dikelas ku masih kepala 3, maksudnya 32 .. padahal aku dah mati2 an belajar”

aku terbahak bahak mendengar penuturannya.

“Aku emang bodoh, Mba tapi aku ga pernah nyontek, mama ku bilang .. mama mah ga berharap banyak sama kamu, kamu naik kelas aja , mama dah bersyukur”

“Tuh kan, makanya setelah ku tuliskan nama FKUI di pilihan pertamaku semangat ku menggelora, bukan saja karena ingin membuktikan pada diriku sendiri aku bisa masuk UI, aku jg ingin membuktikannya pada Genk sweetme, pada ortu, mama khususnya ” jawabnya dgn mata menyala nyala

“aku jadi gila belajar, mba. aku lahap buku2 pelajaran, aku baca suplemen buku sakti pantang menyerah, yang biasanya les males2an sekarang waktu les adalah waktu yang paling ku tunggung utk bimbingan Pra UMPTN”

“hingga saat penentuan itu datang, namaku masuk sebagai penghuni FKUI aku girang bukan kepalang”  selorohnya sambil tertawa menutup multnya dgn jilbabnya

“yang bikin aku senang adalah bisa berjalan depan Genk Sweetme tanpa malu lagi karena tak satupun dari mereka yang diterima ” hahaha ucapnya.

“Tapi ternyata perjuangan bukan hanya utk membanggakan diri mba, tapi kita hrs menerima konsekuensi dari apa yang kita pilih, kalo dulu aku ingin masuk FKUI krn Prestise didepan teman2, sekarang setelah jadi Dokter walau masih umum, aku ingin jadi Dokter yang dpt hafal Quran dan yang dpt memberikan kontribusi bagi keberlangsungan umat ini ” singkat Innez menutup cerita hari itu

“Allah tidak akan mengubah nasih suatu kaum sampai kaum itu mengubah nasih mereka sendiri”

Qs an anfal (8):53

Aku mengenal innez sebagai sosok yang periang dan semangaat, lincah, pintar,humble dgn perawakan kecil yang kini telah menjadi seorang Dokter, setelah sempat vakum di kelas Tahfidz krn melaksanakan tugas PTT di luar daerah beberapa bulan, kini ia kembali lagi dengan semangat dan status yang baru 😀 , Innes telah  menerima proposal seorang pangeran untuk menjadi istrinya .

Barakallahu laka wabaraka alaika wa jama’a baina kumma fii khair Dr Innes

Innes N Rivki wedding